Jangan Sembarangan, Minum Teh ada Jam dan Aturannya, Tidak Bisa Asal, Oh Ya?

Nyedulur
  • 12 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Healthline.

Tradisi minum teh di Indonesia cukup tinggi. Mskipun tidak setinggi budaya minum kopi. Tapi setidaknya teh menjadi minuman alternatif sebagian masyarakat Indonesia, umumnya bagi yang tidak tahan dengan efek kafein.

Bedanya, minum teh lebih banyak pada alasan kesehatan. Misalnya mengontrol berat badan, menghilangkan stres, maupun sebagai minuman alternatif.

Tak hanya itu, minuman yang memiliki berbagai jenis ini juga dipercaya dapat memperbaiki mood, terutama teh yang memiliki aroma kuat. Biasanya teh dikonsumsi pada pagi hari, setelah makan ataupun sebelum tidur.

Hal yang perlu Anda ketahui bahwa ada waktu-waktu tertentu yang tidak dianjurkan minum teh. Oh, ya?

Studi di Irlandia menemukan bahwa minum teh pada waktu tertentu dalam sehari dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap mineral tertentu. Kondisi ini utamanya terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia).

Diinformasikan CNN Indonesia, studi ini dilakukan oleh Otoritas Keamanan Pangan Irlandia. Studi dilakukan untuk memberikan rekomendasi pedoman diet untuk kelompok lansia.

Studi menggunakan data warga Irlandia mengenai kebiasaan makan dan kondisi kesehatannya secara menyeluruh.

Melansir Eat This, Not That melalui CNN Indonesia, salah satu temuan kunci dari penelitian tersebut adalah minum teh saat makan, khususnya bagi lansia, dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi dan zinc.

Dengan demikian, peneliti merekomendasikan agar lansia meminum teh hanya di sela waktu makan untuk mendapatkan nutrisi yang maksimal.

Zat besi dan zinc merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Zinc dikenal sebagai mineral yang mendukung kekebalan tubuh.

Sedangkan zat besi memiliki banyak peran penting, seperti penunjang kekebalan tubuh dan demi kelancaran pengiriman oksigen ke seluruh tubuh.

Penelitian ini juga merekomendasikan agar lansia perlu mendapatkan banyak asupan protein. Asupan protein diperlukan untuk merangsang pertumbuhan otot.

Lansia juga perlu mengonsumsi suplemen vitamin D dan menghindari makanan dengan kandungan natrium yang terlalu tinggi.

Artikel Lainnya