Jangan Sampai Lupa, Ketahui Fakta-fakta Tahun Baru Cina, Imlek Dipengaruhi Monster Nian dan Ditutup Festival Lampion Cantik

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Perayaan menyambut Tahun Baru Imlek tahun ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Di mana perayaan kali ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Segala aktivitas dikurangi dan pelaksanaan pembatasan jarak guna mencegah penularan virus corona. 

Tapi sembahyang di klenteng atau vihara tidak bisa dilewatkan. Ibadat dilaksanakan dengan menjalankan standar protokol kesehatan, yang telah diatur pemerintah masing-masing daerah. Prinsipnya ibadah tidak boleh dihilangkan.

Tahun Baru Imlek tahun ini jatuh pada 12 Februari 2021 atau tahun 2572. Dalam kalender Cina, tahun baru kali ini dilambangkan sebagai Kerbau Logam untuk menggusur shio Tikus yang melambangkan tahun 2020.

Ada beberapa fakta yang jarang diketahui masyarakat dalam menyambut Imlek. Anda pasti bertanya-tanya, mengapa Imlek identik dengan warna merah kekuning-kuningan dan cenderung warna emas, petasan atau kembang api, genderang, barongsai, dan lainnya.

Pastinya jarang mendengar monster Nian. Dia dilambangkan monster yang kerap muncul di setiap malam pergantian tahun. Oleh karena itu, keturunan Tionghoa memilih bersembunyi di dalam rumah agar tidak menjadi santapan Nian.

Suatu ketika seorang anak kecil yang menggunakan pakaian serba merah asik memainkan petasan di luar rumah. Petasan itu mengeluarkan suara yang sangat keras. Sangat berisik. Justru suara itu sanggup mengusir Nian.

Sejak saat itulah masyarakat Cina percaya bahwa Nian bisa ditakuti dengan dua hal tersebut. Yakni warna serba merah dan letusan petasan atau kembang api.

Masih seputar roh jahat. Warga Tionghoa percaya dengan kilatan cahaya dan suara letusan dari kembang api. Bisingnya suara ini bisa menakut-nakuti setan dan mengusir roh jahat. Maka hal inilah yang membuat Tahun Baru Cina sebagai pesta kembang api tahunan terbesar di dunia.

Satu lagi adalah Kimsin, yang merupakan ritual pembersihan rupang. Pembersihan ini dilakukan setiap tahun. Rupang adalah patung dewa-dewi yang dipercayai masyarakat Tionghoa. Mereka percaya dewa-dewi akan turun dari langit.

Nah, terkadang sebagaian orang masih awan dengan kalimat Gong Xi Fa Cai, ternyata kalimat tersebut tidak boleh diucapkan karena tidak ada hubungannya dengan imlek.

Faktanya ucapan tersebut memiliki arti lain yang berhubungan dengan harapan dan kemakmuran. Bisa juga memiliki makna “selamat semoga kaya”. 

Sebagai gantinya bisa menggunakan Xin Nian Kuai Le (semoga bahagia di tahun yang baru). Tapi Sebagian masyarakat menggabungkan 'Xin Nian Kuai Le Gong Xi Fa Cai'.

Nah setelah pesta 16 hari, perayaan imlek diakhiri dengan festival lampion. Cantik banget. Festival lampion atau cap go meh dirayakan pada malam ke-15 dari bulan pertama kalender lunar.

Saat bulan purnama seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam bersama. Setelah itu barulah keluar rumah untuk menonton pertunjukan kembang api dan cahaya lampion. Biasanya lampion dilepas ke udara ataupun dihanyutkan ke sungai.

Artikel Lainnya