Jangan Salah Gaes, Warna dan Kotoran Telinga Ada Manfaatnya, Jadi Benteng Kesehatan, Lho

Nyedulur
  • 22 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Tidak selamanya sampah atau kotoran tidak bermanfaat. Malahan kotoran masih bisa digunakan untuk kepentingan sesuatu. Sampah misalnya, kotor tapi masih bisa dimanfaatkan untuk pupuk atau dijadikan handycraft.

Tapi ada kok, kotoran yang bermanfaat untuk kesehatan. Adalah kotoran telinga. Dan belum banyak yang menyadari bahwa kotoran terlinga bermanfaat untuk kesehatan.

Pada dasarnya kotoran telinga memiliki warna dan tekstur yang berbeda-beda. Setiap warnanya pun disebut-sebut memiliki arti yang berbeda.

Walaupun hal tersebut nampak menjijikan, tetapi kotoran telinga disinyalir memiliki manfaat positif bagi telinga dan pendengaran Anda, lho.

Hal ini karena kotoran pada telinga merupakan antibakteri dan antijamur. Fungsinya untuk melindungi saluran telinga dari partikel. Biasanya kotoran telinga akan keluar secara alami melalui gerakan rahang seperti berbicara dan mengunyah.

Seperti dikutip Livestrong melalui CNN Indonesia, penelitian yang dilakukan Dr. Michael J. Kortbus itu telah mengurai kotoran telinga dan menjelaskan kondisi normal, serta kapan waktunya untuk memeriksakan ke dokter.

Beberapa ahli medis percaya bahwa kotoran pada telinga menandakan kondisi umum kesehatan seseorang dan dapat memengaruhi keadaan endokrin. Misalnya bahwa sifat dan warna lilin kotoran telinga dapat berubah berdasarkan hormon dan gula darah.

Berikut beberapa penjelasan tentang kotoran telinga yang menunjukkan kondisi kesehatan Anda.

Kortbus mengatakan bahwa kotoran telinga yang normal cenderung berminyak seperti lilin dan berwarna bening, buram, kuning atau agak kemerahan.

Dia juga tak mempermasalahkan serumen berwarna oranye pekat pada kotoran telinga. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan seserorang dalam keadaan baik.

“Sebaliknya, jika seseorang yang sebelumnya tidak memiliki serumen tiba-tiba mengalami perubahan pada serumen, maka bisa jadi itu menandakan ada perubahan atau keadaan pada saluran telinga,” katanya.

Jika Anda memiliki kotoran telinga berwarna seperti kuning susu, maka Anda mengalami infeksi.

“Saluran telinga selalu memiliki bakteri dan spora jamur di dalamnya, seperti kulit kita,” kata Kortbus.

Dia menambahkan selain kotoran berwarna kuning susu, ada beberapa kondisi tertentu yang memungkinkan infeksi jamur pada telinga seperti rasa tidak nyaman, sakit, dan muncul warna kemerahan.

Kondisi dalam saluran telinga hangat, gelap dan lembab, maka menjadi tempat yang sempurna bagi mikroba seperti jamur untuk berkembang biak. Jamur tersebut berkontribusi pada infeksi telinga bagian luar.

Artikel Lainnya