nyedulur.com

Jangan Potong Ujungnya, Ini Alternatif Sunat Aman di Tengah Pandemi Covid19

Liputan6
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Ada banyak metode sunat yang bisa menjadi pilihan. Di era sebelu modern, sunat konvensional kerap dijadikan pilihan. Sunat metode ini dengan memotong ujung kulit menggunakan benda gunting atau pisau medis. Namun proses penyembuhan dan perawatanya memakan waktu.

Ada pula yang menggunakan klem, laser atau biasa disebut electric cauter, dan laser C02. Masing-masing jenis sunat tersebut memiliki keunggulan medis.

Nah, di tengah pandemi Covid-19 ini, metode sunat klem bisa menjadi opsi. Metode sunat tersebut dapat dilakukan di rumah.

Dilansir dari Liputan6, Rumah Sunat dr Mahdian punya satu metode sunat yang dinamakan Mahdian klem. Klem sunat tersebut merupakan karya dokter spesialis bedah saraf, Mahdian Nur Nasution yang pertama kali memperkenalkannya pada 2015.

Klem sunat penemuannya diklaim memiliki keunggulan minim risiko pendarahan, tanpa jahit, tanpa perban, dan proses sunat tidak lebih dari 10 menit.

“Setelah disunat, anak bisa langsung beraktivitas, boleh mandi, dan proses penyembuhan relatif cepat. Perawatan usia sunat juga mudah.” kata Mahdian.

Mahdian mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan teknik ini sebagai teknik sirkumsisi. Teknik ini juga sudah diperkenalkan di Nigeria, Malaysia, dan sejumlah negara di Eropa, menyukai metode klem ini.

Belakangan ini, banyak tokoh masyarakat yang memilih sunat dengan metode Mahdian klem untuk anak-anaknya. Sebut saja pasangan Ryana Dea dan Puadin Redi, serta pasangan Gary Iskak dan Richa Novisha. Sudah memilih opsi sunat untuk putranya? Ini penjelasan medisnya.

Artikel Lainnya