nyedulur.com

Jangan Potong Kumis Kucing, Tahu Nggak, Itu Membahayakan Kesehariannya

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Grid.id.

Apa yang membuat Anda tertarik saat melihat seekor kucing? Wajahnya, tingkahnya, atau bentuk tubuhnya? Hal yang kerap luput dari pengataman adalah kumisnya.

Kumis kucing yang memanjang itu tidak banyak diketahui publik fungsinya. Dilansir dari Kompas, kumis kucing bisa bertindak sebagai sistem GPS atau radar.

Kumisnya merupakan bagian penting dari cara kucing merasakan dunia. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali memotong kumisnya!

Setiap kumis memiliki saraf kecil dan super sensitif yang membantu kucing menilai jarak serta ruang. Bisa juga untuk mendeteksi benda maupun lingkungan sekitar.

Ini membantu kucing membuat keputusan seperti, apakah sebuah kotak terlalu kecil untuk dimasuki, seberapa jauh harus melompat untuk mencapai suatu titik, dan lain sebagainya.

Faktanya, kucing buta dapat mengetahui kondisi ruangan dengan sangat baik walau hanya berjalan-jalan.

Kucing menggunakan kumisnya untuk mengetahui dirinya sedang berada di mana. Banyak pengamat kucing yang menilai kumisnya bisa bertindak sekaligus mata.

Kumis kucing memiliki beberapa bagian yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Misalnya saja folikel bagian dalam.

Di sana terdapat banyak ujung saraf yang mengirim pesan ke otak kucing. Lalu ada organ sensorik di ujung kumis yang menangkap getaran di lingkungan sekitar.

Ini membantu kucing merasakan di mana berada dan makhluk apa yang ada di sekitarnya. Kebanyakan kumis berada di atas mulut kucing, tepatnya di samping hidung. Tetapi sebenarnya kumis kucing juga ada di tempat lainnya.

Kumis kucing juga terdapat di area alis, sepanjang dagu, dan dekat kaki. Kumis di bagian hidung memiliki panjang yang sama dengan lebar tubuh kucing. Nggak percaya?

Artikel Lainnya