Jangan Keliru Obati Luka, Fatal Akibatnya Bila Salah Penanganan, Ini Penjelasan Medisnya

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Mengobati luka gampang-gampang sulit. Apalagi jika ada luka terbuka, bila tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan infeksi, terpapar kuman, dan luka makin parah.

Memiliki luka sebaiknya langsung ditangani. Setidaknya cepat ditutup agar terhindar dari infeksi yang lebih parah.

Akan tetapi, masih banyak orang yang tak mengerti perawatan luka terbuka. Alhasil luka tersebut bisa leih parah, lama penyembuhannya dan bisa menimbulkan bekas.

Dokter Spesialis Anak dr. Mesty Ariotedjo SpA, mengutip Berita Satu, mengatakan masih beredar mitos keliru soal luka. Banyak yang berangapan luka dibiarkan terbuka dan kering akan cepat sembuh.

Padahal, luka yang dibiarkan terbuka seringkali dapat memperbesar risiko terkontaminasi kotoran dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

“Karena itu, penting sekali untuk menjaga kebersihan dan kelembaban daerah luka dengan membersihkan luka dan membalut luka, supaya proses penyembuhan luka lebih cepat dan baik,” ungkapnya.

Dr Mesty mengatakan ketika anak mengalami luka hal pertama yang dilakukan adalah melihat lukanya. Apakah ada luka darah yang mengalir atau tidak.

Jika ada, hentikan dahulu perdarahannya dengan mengangkat bagian tersebut, kemudian ditekan dengan kain selama lima menit.

Setelah lukanya berhenti berdarah, perlu dibersihkan dengan air mengalir untuk memastikan tidak ada lagi kotoran yang menempel demi mencegah infeksi.

Apabila lukanya cukup dalam, berikan cairan antiseptik. Dilanjutkan dengan membalut lukanya.

“Dengan dibalut, bukan hanya untuk mencegah terjadinya infeksi dan menjaga kelembaban saja, tapi juga mencegah adanya kontak dengan permukaan yang tajam. Misalnya ujung meja atau tersenggol yang akan memperlambat penyembuhan luka,” tegasnya.

Sementara itu, Marketing Director Hansaplast Dr Christopher Vierhaus mengatakan pihaknya memahami bahwa luka, sekecil apapun, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengurangi makna untuk menikmati momen bersama orang tercinta.

Terutama dengan adanya risiko infeksi berlanjut bahkan pada luka terkecil sekalipun.

Artikel Lainnya