Jangan Diabaikan, Pupuk Berpengaruh pada Tanaman Hias, Agar Tumbuh Baik dan Cantik

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Kompasiana.

Menanam tanaman hias menjadi kegiatan yang paling banyak digemari masyarakat. Bekerja dari rumah membuat waktu lebih longgar dan bisa dimanfaatkan untuk merawat tanaman.

Secara feng shui, tanaman di rumah bisa menambah energi positif. Terlebih tanaman di rumah bisa mempercantik ruangan dan memberi kesegaran udara.

Tapi, Anda juga harus tahu bagaimana cara merawat tanaman yang tepat. Salah satunya adalah pupuk. Dengan memberikan pupuk yang terbaik agar menghasilkan bunga yang indah.

Catatan CNN Indonesia, untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda perlu mengetahui jenis pupuk yang cocok untuk tanaman hias. Sebab, tiap-tiap tanaman memiliki kebutuhan pupuk yang berbeda.

Ada dua jenis pupuk yang tersedia di pasaran. Yakni organik dan anorganik. Pupuk organik umumnya lebih populer digunakan karena lebih menggemburkan tanah dan membantu tanaman menyimpan air lebih baik.

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan ataupun tumbuh-tumbuhan, Sehingga kaya kandungan nutrisi alami yang baik untuk mikroorganisme tanah.

Sedangkan pupuk anorganik merupakan pupuk buatan dari zat kimia yang mudah larut, sehingga dapat langsung diserap tanaman tanpa membutuhkan proses penguraian.

Berikut jenis pupuk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dari tanaman hias Anda.

Pupuk kandang merupakan pupuk yang terbuat dari kotoran ternak, seperti kambing, kuda, ayam, sapi, kerbau, babi, dan binatang lainnya.

Pupuk ini mengandung padat unsur hara yang bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanaman.

Penggunaan pupuk kandang yang baik adalah dengan cara dibenamkan untuk mengurangi penguapan unsur hara.

Sementara untuk pupuk kandang cair, penggunaan paling baik dilakukan setelah tanaman tumbuh, sehingga unsur hara dapat terserap cepat oleh tanaman.

Selanjutnya, kompos termasuk pupuk organik karena terbuat dari sisa bahan yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi dan fermentasi.

Tanaman yang sering dijadikan sebagai bahan kompos adalah jerami, sekam padi, sabut kelapa, dan sayuran busuk.

Bahan hewan yang digunakan untuk kompos di antaranya adalah kotoran ternak, urine ternak, sisa pakan ternak, dan cairan biogas. Sementara bahan tanaman yang digunakan untuk kompos meliputi ganggang biru, eceng gondok, gulma air, dan azolla.

Artikel Lainnya