Jangan Berlebihan Minum Teh, Bisa Picu Kanker Kulit dan Kandungan Timbal, Ini Takaran yang Tepat

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: View The Vibe.

Teh menjadi minuman populer selain kopi. Minuman ini kerap dikonsumsi menjelang beraktivitas atau memulai pekerjaan. Begitu juga di saat cofee break di sejumlah seminar atau pelatihan, teh dan kopi selalu beriringan.

Minuman ini memiliki berbagai manfaat kesehatan. Salah satunya adalah menurunkan berat badan. Tetapi jika dikonsumsi terlalu berlebiham teh memiliki efek samping yang berbahaya.

Mencampurkan teh dengan satu sendok makan gula, madu atau susu dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Apalagi jika meminum teh dalam bentuk bubble tea yang memiliki banyak tambahan gula dan boba di dalamnya.

Memang, minuman seperti ini sedang popular. Biasanya mengandung fruktosa serta kalori yang tinggi. Itulah yang menyebabkan, mengapa bubble tea tidak disarankan untuk dikonsumsi.

Penelitian yang diterbitkan dalam Food Sciences & Nutrition yang disarikan Detik menyebutkan bahwa minuman manis ini mengandung 200-450 kalori per porsi yang bahkan melebihi kandungan gula dalam soda.

Karenanya jika mengonsumsi minuman teh ini setiap hari, bukan tidak mungkin mengalami efek samping berupa kenaikan berat badan.

Penelitian menunjukkan bahwa minum teh hijau, hitam, atau putih memberikan sejumlah senyawa bermanfaat yang dapat menangkal beberapa kanker. Termasuk kanker kulit non-melanoma.

Sebuah penelitian dari American Association for Cancer Research menemukan bahwa kekuatan teh yang diseduh dengan suhu yang tepat dapat mempengaruhi potensi efek perlindungan.

Menyeduh lebih lama untuk teh yang jenisnya kuat dan meminumnya saat panas dikaitkan dengan risiko kanker kulit yang lebih rendah. Sebetulnya banyak manfaat dan efek samping teh yang bisa dipelajari di sini.

Artikel Lainnya