nyedulur.com

Jangan Bentak dan Bersikap Kasar dengan Anjing, Bisa Kualat, Ini Kajiannya

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Justdial.

Dari berbagai jenis hewan peliharaan, anjing cukup peka terhadap sikap majikannya. Dia adalah binatang sahabat manusia. Bahkan anjing disebut-sebut sebagai binatang peliharaan yang paling dekat dan setia dengan manusia.

Kesetiaan hewan peliharaan ini sering ditulis dalam berbagai serial flim. Cukup banyak deretan anjing setia yang dikisahkan dalam film dengan berbagai genre. Begitu juga dalam komik anak-anak yang menceritakan kesetiaan dan kecerdasan anjing.

Namanya binatang, anjing juga punya sifat yang nakal. Tak jarang sikapnya membuat kesal, karena insting hewan dan keistimewaannya. Kendati demikian, tahan diri untuk tidak menghukumnya atau berteriak kepadanya. Karena, efek negatifnya bisa bertahan jangka panjang.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di PLOS ONE melalui Kompas, pelatihan asertif seperti hukuman positif dan penguatan negatif dapat memiliki efek jangka panjang yang buruk pada kondisi mental anjing.

“Kami menunjukkan bahwa anjing yang dilatih dengan metode aversif mengalami kesejahteraan yang lebih buruk selama sesi pelatihan daripada anjing yang dilatih dengan metode berbasis penghargaan,” tulis para peneliti.

Penelitian semacam ini telah dilakukan sebelumnya, terutama pada anjing polisi dan laboratorium. Selain itu, pelatihan aversif cenderung menggunakan kerah kejut dari beberapa alat yang digunakan dalam pelatihan.

Tim peneliti internasional melakukan studi baru pada anjing pendamping yang dipimpin oleh ahli biologi dari Universidade do Porto di Portugal, Ana Catarina Vieira de Castro.

Hewan-hewan tersebut direkrut dari sejumlah sekolah pelatihan di Porto. Sebanyak 42 anjing dari tiga sekolah menggunakan pelatihan berbasis penghargaan seperti makanan atau permainan.

Lalu, terdapat 50 anjing dari empat sekolah yang menggunakan pelatihan berbasis asertif seperti berteriak, memanipulasi fisik anjing, atau menyentak tali.

Setiap anjing difilmkan selama 15 menit pertama dari tiga sesi pelatihan dan sampel air liur diambil untuk menilai tingkat stres dari pelatihan.

Para peneliti juga menganalisis perilaku anjing selama pelatihan untuk mencari perilaku stres, seperti menguap, menjilat bibir, mengangkat kaki, dan menjerit.

Kasihan anjing yang mendapat pelatihan aversif. Perilakunya sedikit aneh dan tampak tertekan. Kasihan.

Artikel Lainnya