Intip Yuk, Klenteng Legendaris dan Bersejarah di Surabaya, Ada Apa sih di Dalamnya?

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Liputan6.

Kran budaya Tionghoa telah dibuka oleh Presiden RI Abdurrahman Wahid pada tahun 2000. Sejak saat itu budaya dan adat istiadat di Indonesia dirayakan dengan meriah. Begitu juga dengan Tahun Baru Imlek.

Pada tahun 2021 ini, Tahun Baru Imlek akan jatuh pada 12 Februari 2021. Kurang satu hari lagi, gaes. Pastinya banyak warga keturunan Tionghoa yang akan menjalankan ibadat di klenteng.

Sementara di Surabaya terdapat empat klenteng legendaris yang punya catatan sejarah. Keempatnya akan melaksanakan sembahyang dengan mengikuti Surat Edaran Pemkot Surabaya, tentang Tahun Baru Imlek 2572 Kongsi/Li 2021. Yakni menjalankan protokol kesehatan.

Salah satunya adalah Klenteng Hok An Kiong. Menurut catatan Suara, bangunan ini berdiri tahun 1821. Itu sebabnya Pemerintah Kota Surabaya menjadikan bangunan ini sebagai salah satu cagar budaya pada tahun 2012.

Di dalam klenteng yang berada di Jalan Coklat ini terdapat 22 arta dewa. Selain itu, klenteng di bawah naungan Yayasan Sukhaloka ini, buka untuk jemaat yang sembahyang jelang pergantian tahun baru Imlek pada Kamis 11 Februari hingga pukul 18.00 WIB.

Selanjutnya adalah klenteng Hong San Ko Tee. Klenteng ini kerap disebut Klenteng Cokro lantaran alamatnya di Jalan Cokro, Surabaya. Gedung ini berdiri sejak tahun 1919 dan telah dirawat oleh generasi ke-5 dari keturunan pendirinya, yakni Yap Liang Sing.

Di dalamnya terdapat 10 dewa-dewi yang. Terdapat pula rupang Buddha, dan juga aliran Kejawen, Dewi Sri. Sedangkan untuk di altar utama, terdapat Kongco (Dewa Utama) Kong Tik Tjoen Ong.

Sementara dua klenteng lainnya yang ada di Surabaya adalah Hian Thian Siong Tee dan Pak Kik Bio-Hian Thian Siang Tee. 

Hian Thian Siong Tee lokasinya di Jalan Kalisari 3 atau tidak jauh dari Masjid Muhammad Cheng Ho. Saat ini klenteng tersebut dikelola yayasan Shabat Sinoman Indonesia.

Tidak sulit menemukan Klenteng Pak Kik Bio-Hian Thian Siang Tee Surabaya. Sebab lokasinya di tengah salah satu jantung bisnis ritel di Surabaya, yakni sisi kanan Jalan Jagalan Surabaya. Konon klenteng ini sudah ada sejak 17 Juni 1952.

Artikel Lainnya