Intip Boeing 737-500 Milik Sriwijaya Air, Punya Catatan Terbang Luar Biasa

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Nyedulur.

Dunia penerbangan Indonesia masih berkabung. Belum hilang dari ingatan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan Nomor Penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak, Sabtu 9 Januari 2021.

Pesawat yang diketahui berjenis Boeing 737-500 ini jatuh di perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Sriwijaya Air mengangkut 56 penumpang. Jumlah terdiri atas tujuh anak-anak, tiga bayi, serta enam awak.

Jatuh di kepulauan Seribu setelah beberapa menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada pukul 14:36 WIB. Empat menit kemudian hilang kontak setelah sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki, atau setara 3.300 meter di atas daratan dengan kecepatan 287 km/jam.

Hal apa yang membuat pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh? Pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Pesawat diduga menghantam laut bak batu dijatuhkan dari atas langit. Apakah pesawat tersebut sudah tak layak terbang?

Catatan Good News From Indonesia, pesawat dengan registrasi PK-CLC ini merupakan buatan Boeing di Renton, Seattle, Amerika Serikat.

Pesawat ini kali pertama mengudara secara komersial pada akhir Mei 1994, dan dioperasikan oleh perusahaan penerbangan Continental Airlines. Setelah 16 tahun bersama Continental, pesawat ini disewa United Airlines selama 1,5 tahun, sebelum akhirnya pindah tangan ke Sriwijaya Air.

Di tangan Sriwijaya Air, pesawat berumur 26 tahun itu lumayan tangguh. Dia memiliki catatan paling banyak jam terbang. Meski jarak yang ditempuh merupakan jarak pendek (kurang dari dua jam penerbangan) dan menengah (kurang dari empat jam).

Catatan data flightradar24 selama sebulan terakhir menunjukkan bahwa pesawat ini rata-rata terbang dalam 6-7 penerbangan saban harinya, dengan catatan waktu 10-12 jam terbang.

Selama dengan Sriwijaya Air, pesawat berkapasitas 130 penumpang itu paling banyak melayani penerbangan jarak pendek antara Jakarta–Pontianak–Pangkal Pinang. Beberapa kali juga melayani rute jarak menengah, seperti ke Makassar, Manado, Sorong, dan Ternate.

Bicara soal Boeing 737-500, pesawat ini model lawas. Tapi masih ada beberapa airlines yang mengoperasikan. Sebut saja Ukraina International Airlines, Nova Airways (Sudan), UTair (Rusia), dan Ana Wings (Jepang).

Dalam Lokadata disebut beberapa perusahaan penerbangan besar. Sebut saja Air France dan Lufthansa masih menempatkan Boeing 737-500 dalam armadanya. Tapi umumnya telah memasuki masa pensiun secara bertahap.

Artikel Lainnya