Innalillahi, Wimar Witoelar Berpulang, Berikut Fakta-fakta Tentang Mantan Juru Bicara Gus Dur dan Pengasuh Persepektif

Nyedulur
  • 25 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Perspektif

Indonesia berduka. Sakah satu tokoh penting di negeri ini, Wimar Witolear telah dipanggil untuk menghadap Tuhan Yang Maha Esa, Rabu 19 Mei 2021.

Wimar meninggal setelah menjalani perawatan di ICU, RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, hari ini sekitar pukul 09.00 WIB. Kabar tersebut disampaikan Managing Director Intermatrix Communications, Erna Indriana.

“Barusan saja Pak Wimar meninggal dengan tenang sekitar pukul 09.00 WIB,” kata Erna Indriana, mengutip Detik.

Wimar Witoelar didiagnosis menderita sepsis. Erna meminta publik memaafkan kesalahan Wimar.

“Mohon dimaafkan kesalahannya dan terima kasih untuk semua doanya,” pinta Erna.

Sederet posisi penting pernah dia duduki. Salah satunya adalah menjadi juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Sebelumnya bungsu dari lima bersaudara ini merupakan aktivis politik selama tahun-tahun di era Soeharto. Setelah Soeharto lengser, Wimar Witoelar direkrut sebagai Kepala Juru Bicara Presiden untuk Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Dikutip dari laman Perspektif Online yang diampunya, Wimar Witoelar dilahirkan pada 14 Juli 1945 di Padalarang, Jawa Barat. Dia adalah bungsu dari lima bersaudara.

Wimar Witoelar pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar MBA dari George Washington University di Washington, Amerika Serikat. Dia juga sempat menjadi dosen di ITB pada 1975-1981.

Sejak masih mahasiswa Wimar Witoelar sudah dikenal sebagai sosok yang mandiri dan vokal. Dia pernah menjabat Ketua Presidium KAMI Komisariat ITB Bandung berbarengan Adi Sasono dari HMI.

Wimar Witoelar kemudian dikenal secara luas oleh publik berkat acara bincang-bincang di televisi bernama 'Perspektif' (1994). Acara tersebut kemudian dilarang mengudara oleh pemerintahan Presiden Suharto.

Tak lama kemudian Wimar Witoelar muncul kembali dalam acara bincang-bincang hiburan bernama 'Selayang Pandang' (1997-2000) di mana dia memenangkan tiga penghargaan televisi nasional berturut-turut. Sekali sebagai runner-up dan dua kali sebagai Pembawa Acara Talk Show Pria Paling Populer.

Dia juga dikenal sebagai pembawa acara yang punya ciri khas, yakni selalu memberikan sentuhan tajam dalam memberikan perspektif tentang beragam topik. Namun, di sisi lain, dia juga dikenal sebagai sosok yang jenaka.

Selamat jalan Pak Wimar Witoelar.

Artikel Lainnya