nyedulur.com

Ini yang Dikatakan Ibra saat Berantem, Conte Puji Lukaku yang Bisa Kontrol Emosi

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: AFP/ Getty Images/Dailymail

Perebutan tiket semi final Copa Italia antara AC Milan melawan tuan rumah Inter Milan berjalan cukup panas. Wasit Paolo Valeri harus mencabut satu kartu merah untuk Zlatan Ibrahimovic. Pemain berkenbangsaan Swedia itu harus meninggalkan lapangan menit 58, setelah berseteru dengan Romelu Lukaku.

Keributan ditunjukkan kedua pemain sejak babak pertama dengan adu mulut. Cekcok, ya gaes. Padahal keduanya sama-sama pernah membela Manchester United.

“Go do your voodoo s***, you little donkey,” ejek Ibra kepada Lukaku di babak pertama. Kata-kata itulah yang menyebabkan Ibra mendapat kartu kuning.

Ejekan itu membuat panas hati Lukaku. Saat peluit babak pertama ditiup, Lukaku mengejar Ibra di lorong menuju ruang ganti pemain. Situasi panas itu berhasil dilerai pemain dari kedua tim.

Tapi pemain berusia 27 tahun ini balas mengejak Ibra.

“F *** you and your wife, you little b ****,” balas Lukaku.

Dia kemuaian menambah serangan.

“You want to speak about my mother!?” Lukaku menunjukkan rasa kesal.

13 menit kemudian, keduanya bertemu dalam sebuah kesempatan dan terjadi keributan. Ibra terlihat melakukan headbut atau menyundulkan kepalanya ke arah Lukaku.

Paolo Valeri tanpa ampun mencabut kartu kuning untuk kedua pemain. Artinya, Ibra harus meninggalkan lapangan saat Milan unggul 1-0 berkat sepakannya menit 31. Itulah kartu kuning kedua yang disaku Ibra di laga yang berlangsung di San Siro, Rabu 27 Januari 2021.

Kehilangan satu pemain, membuat Inter bisa membalas lewat sepakan penaltu Lukaku menit 71 dan tendangan bebas Christian Eriksen di masa injury time.

Namun begitu pelatih Inter Milan, Antonio Conte menilai apa yang terjadi di lapangan bisa saja terjadi. Konfrontasi antara Ibra dan Lukaku itu mengubah jalannya pertandingan.

“Sejujurnya, saya pernah menjadi pemain, jadi saya tahu bahwa selama pertandingan emosi bisa saja berkobar dan situasi terjadi ketika Anda marah,” kata Conte dikutip Dailymail.

“Yang penting adalah menyimpannya dalam dimensi yang benar,” Conte menambahkan.

Lepas dari itu, Conte memuji Lukaku yang bisa mengontrol emosi. Penyerang asal Belgia itu sanggup menyimpen energi buruk untuk membawa permainan Inter leih hidup.

Artikel Lainnya