Ini Rahasia Memilih Kol, Warna yang Segar Nutrisi Tidak Hilang

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Kubis atau kol merupakan salah satu sayuran yang kerap dicampur berbagai masakan. Baik makanan Indonesia msupun oriental, kerap memasukkan kol sebagai bagian dari menu.

Bahkan untuk masakan tradisional, cukup menambahkan kol sebagai lalapan. Umumnya dikukus sebentar dan disajikan bersama sambal dan aneka lauk. Wow!

Selain itu, sayur kol ini memiliki nilai gizi yang tinggi dan bermanfaat untuk kesehatan maupun kecantikan. Di antaranya mencegah kanker, meningkatkan kecantikan wajah, dan menjaga kekuatan rambut.

Bentuknya bulat dan ukuran berlapis-lapis, membuat sayur ini bisa layu jika tidak lekas dikonsumsi. Tetapi Anda tak perlu khawatir. Ada cara memilih dan meyimpan kol agar tidak mudah layu.

Mengutip CNN Indonesia, pilihlah kol yang masih keras atau masih dalam keadaan bulat dengan daun yang rapat.

Hindari memilih kol yang sudah layu, karena berarti sebagian nutrisinya sudah hilang atau rusak. Jika bagian daun terluar tampak rusak, buang bagian tersebut dan pilih bagian yang masih baik.

Perhatikan juga perubahan warna kol. Perubahan warna juga berarti kandungan nutrisinya ikut berubah.

The Washington Post mencatat bahwa kubis bisa bertahan di lemari es selama beberapa minggu. Namun, jika ingin memakan mentah, sebaiknya simpan beberapa hari saja.

Sebelum diolah, buang daun terluar yang rusak atau layu. Cuci bersih untuk menghilangkan kotoran di antara daun. Pastikan kol telah bersih sebelum dikonsumsi.

Kol bisa dimakan mentah menjadi lalapan atau salad. Kol juga bisa diolah melalui proses memasak.

Sayuran ini bisa direbus agar tekstur daun menjadi layu, selain itu sayuran ini dapat digunakan sebagai luaran atau kulit siomay lalu dikukus.

Pilihan lain adalah memanggang kol untuk mendapatkan aroma yang khas. Kol juga bisa digoreng. Namun, kol goreng akan kehilangan banyak nutrisi.

Artikel Lainnya