Ini Fakta Awan Arcus yang Mirip Gelombang Tsunami, Bisa Bahayakan Transportasi Udara

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Awan begitu indah pada saat cuaca cerah. Terlebih memasuki sunset, pemandangannya begitu indah. Beberapa awan memang terlihat indah dengan bentuk sesuai dengan cirinya. Tapi siapa sangka jika awan bisa menyebabkan musibah.

Salah satunya fenomena awan Arcus atau gelombang awan yang berbentuk menyerupai ombak. Kejadian ini terjadi di sekitar Bandara Internasional Yogyakarta pada Jumat 15 Januari 2021.

Dilansir dari CNN Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, Arcus terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Kemunculan awan itu cukup membuat kaget masyarakat. Masalahnya bentuknya tidak biasa.

Pendapat pun bermunculan. Salah satunya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menjelaskan awan Arcus bisa memunculkan bahaya.

Seperti yang dituturkan peneliti Petir dan Atmosfer BMKG, Deni Septiadi kepada CNN Indonesia. Dia mengatakan bahwa fenomena awan Arcus berbahaya bagi dunia penerbangan.

Pesawat yang menerjang Arcus saat hendak mendarat atau lepas landas bisa mengalami turbulensi kuat. Bahkan, pesawat itu berpotensi tersambar petir.

Sebab, awan Arcus yang merupakan jenis awan cumuliform. Yakni memiliki ciri pertumbuhan yang cepat, serta dapat menghasilkan angin puting beliung, petir, hujan ekstrem, hingga hujan es.

Meski berbahaya, pesawat Boeing maupun Airbus sudah tidak menggunakan bahan metal. Namun menggunakan komposit dan memiliki static discharge yang terpasang di moncong, sayap, serta ekor.

Kemunculan Arcus yang disertai angin dapat membahayakan aktivitas take off-landing. Sebab awan Arcus muncul akibat adanya golakan (ketidakstabilan) udara di atmosfer rendah.

Bila terjadi di sekitar bandara, maka perlu mendapat perhatian khusus bagi aktivitas penerbangan.

Awan cumulonimbus (CB) bisa memproduksi downburst (hempasan angin ke bawah dari dasar awan ke permukaan tanah), atau juga angin yang tidak stabil arahnya yang bisa menjadi crosswind, tailwind, dan headwind yang umumnya pilot sudah memahami situasinya sesuai runway bandara. Apa sih itu?

Artikel Lainnya