Ini Dia, Perusahaan Entertainment Korea yang Sanggup Orbitkan Idol K-Pop

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Consequence of Sound.

Di balik kesuksessan seorang idol Korea tentu ada perusahaan hebat yang menaunginya. Walaupun tidak sebesar perusahaan Samsung, namun perusahaan entertainment ini sukses membuat banyak orang melirik untuk bisa bergabung.

Sebut saja SM Entertainment, JYP Entertainment, YG Entertainment, Big Hit Entertainment, dan CJ ENM. Kelimanya telah mendominasi musik dan hiburan di Korea selama bertahun-tahun.

Lalu seperti apa sih sosok industri yang bergerak di dunia industri K-Pop ini? Berikut informasi yang sudah dihimpun dari Sindo News.

SM entertainment adalah perusahaan yang membangun sistem idol dengan program pelatihan bertahun-tahun yang kini identik dengan K-Pop.

SM berdiri sejak 1995, dan sampai saat ini telah mendominasi industri musik pop Korea. Selain itu, SM juga meluncurkan berbagai aksi inovatif dan menetapkan tren kreatif dalam industri K-Pop.

Perusahaan SM Entertainment juga meluncurkan grup kolaboratif seperti SuperM dengan Capitol Records pada 2019, dan girl group yang berorientasi AI bernama Aespa. Aespa merupakan salah satu artis K-Pop baru terbesar yang hadir tahun lalu.

Beberapa tahun terakhir SM sempat mengalami perselisihan dengan pemegang saham yang menyebabkan perombakan eksekutif pada tahun lalu dan Lee Sung-soo mengambil kendali sebagai CEO.

Perselisihan ini terjadi karena SM berjuang untuk membuktikan nilainya secara finansial. Belum lama ini, SM juga terkena kasus penggelapan pajak dan dikenai denda Rp249 miliar.

Di luar itu, SM punya banyak anak perusahaan. Termasuk beberapa yang telah diakuisisi, seperti perusahaan manajemen musik dan hiburan Mystic Story dan KeyEast.

SM juga melakukan investasi di perusahaan musik pop Korea yang kurang mainstream seperti label hip-hop Million Market dan Beasts and Natives Alike.

Perusahaan ini telah go public di bursa saham pada 2020 dengan menjadi salah satu profil IPO (penjualan saham perdana ke publik) tertinggi.

Big Hit Entertainment menjadi perusahaan dominan di Korsel berkat popularitas BTS. Selain BTS, Big Hit juga menaungi TXT, serta mulai mengakuisisi beberapa perusahaan hiburan lain.

Seperti Pledis Entertainment (Seventeen, Nu'est), Source Music (GFriend), Belift Lab (Enhypen), dan KOZ Entertainment (Zico). Mereka juga memperluas bisnis di bidang kekayaan intelektual (IP).

Big Hit belakangan ini juga mengumumkan penanaman modalnya ke YG Plus, anak perusahaan YG Entertainment. Mereka juga bekerja sama dengan perusahaan teknologi yang dominan di Korsel, yaitu Naver.

Kerja sama ini meliputi kesepakatan dalam bidang pengelolaan interaksi antara artis dan penggemar. Di antaranya rebranding merek anak perusahaan Big Hit beNX menjadi Weverse Company dan memadukannya dengan platform V Live milik Naver.

Tak hanya itu, Big Hit dan Naver juga mengumumkan bahwa Universal Music Group (UMG) juga akan bergabung dengan Weverse. Berita ini kemudian menghasilkan spekulasi kolaborasi lebih lanjut antar merek-merek tersebut dalam skala global.

Tak hanya itu saja beberapa agensi ini juga memiliki nilai history tersendiri lho dalam mencetak idol K-Pop,

Artikel Lainnya