Ini Alasan Kenapa Kecoak Sulit Dibunuh, Penjelasannya Nggak Main-main

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Kecoak merupakan hewan yang sering dianggap menjijikan. Selain itu, salah satu hewan kecil ini juga sudah ada sejak jutaan tahun lalu. Diduga serangga ini sudah hidup di zaman dinosaurus pertama kali muncul.

Sejauh ini, kecoak kerap dijumpai di tempat-tempat kotor. Di lokasi itu merupakan tempat strategis utnuk berkembang biak. Tapi tidak banyak yang tahu bahwa kecoka sulit dibunuh.

Dilansir dari Suara, sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Institute of Plant Physiology and Ecology di Shanghai menemukan DNA kecoak berbeda dengan hewan lainnya.

Shui Zhan peneliti utama mengatakan bahwa setelah mempelajari DNA kecoak, dia menemukan serangga ini memiliki gen yang memungkinkan merasakan bau makanan, terutama yang difermentasi.

“Kecoak juga memiliki gen untuk memerangi infeksi, yang membuat mereka tahan terhadap lingkungan kotor dan memungkinkan mereka untuk menumbuhkan kembali kaki yang patah,” ungkap Shui Zhan.

Peneliti percaya bahwa dengan mengidentifikasi gen hewan, mereka dapat mengetahui cara mengendalikannya dengan baik di masa depan.

Tahun lalu, penelitian menemukan bahwa kecoak betina tidak membutuhkan pasangan jantan. Sebab, mereka dapat bereproduksi selama bertahun-tahun, tanpa kawin.

Tim peneliti di Hokkaido University, Jepang mulai memantau spesies tersebut untuk mencari tahu mengapa mereka begitu tangguh.

Dan selama masa pengamatan, mereka menemukan bahwa hanya 14 kecoak betina yang dapat bertahan selama empat generasi.

Kecoak betina memang biasanya lebih besar dibandingkan kecoak jantan. Umumnya kecoak betina lebih mampu beradaptasi di lingkungan yang keras.

Artikel Lainnya