nyedulur.com

Indonesia Eksportir Vanilla Terbesar Kedua, Tapi Pasar Dalam Negeri Lesu

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Benih Perkebunan

Vanilla merupakan tanaman penghasil bubuk vanili. Umumnya vanili untuk bahan campuran makanan untuk menghasilkan aroma. Bisa juga untuk bahan campuran minuman, atau yang sekarang tren adalah pencampur vapor.

Berkat tanaman yang berbentuk seperti kacang polong ini, Indonesia menjadi eksportir terbesar di dunia. Untuk sementara Indonesia menempati peringkat ketiga setelah Madagaskar dan Prancis.

Kementerian Perdagangan juga mengatakan tren ekspor vanilla Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada periode 2015-2019, yaitu sebesar 32,55 persen, seperti yang sudah dilansir dalam laman IDN Times.

Menurut Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag, Olvy Andrianita pada Juni 2020 lalu, saat ini Indonesia berada di urutan kedua eksportir vanilla dengan cakupan 8,71 persen.

Sedangkan peringkat pertama masih ditempati Madagaskar yang menguasai pasar 55,35 persen. Negara eksportir terbesar selanjutnya adalah Prancis (7,43 persen), Kanada (6,43 persen), dan Jerman (4,97 persen).

Meski saat ini Indonesia berada di peringkat kedua eksportir vanilla terbesar dunia, pelaku usaha vanilla, Rommy Senduk memberi sorotan. Menurutnya pemerintah kurang memperhatikan komoditi ini.

“Memang Indonesia adalah negara penyumbang atau produksi vanilla kedua terbesar di dunia. Tapi secara produksi dalam negeri, vanilla itu di peringkat kesekian. Yang pasti kan kelapa sawit, produk terbesar,” kata petani vanilla asal Sulawesi Utara itu.

“Jadi vanilla itu memang secara ranking dunia, Indonesia produsen terbesar kedua, tapi secara domestik produk kita memang agak tertinggal dibanding dengan produk-produk lainnya,” tuturnya.

Indonesia sanggup menjadikan diri sebagai eksportir vanilla terbesar kedua. Tetapi belum mampu meningkatkan perekonomian petaninya.

Artikel Lainnya