Indah, Masjid di Indonesia yang Bergaya Tionghoa, Ada yang Didirikan Mantan Napi

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Jejak Piknik.

Desain masjid Timur Tengah masih menjadi inspirasi untuk membangun tempat ibadah bagi umat muslim di Indonesia. Namun pembangunan masjid dengan arsitektur Tionghoa mulai banyak diminati. Bahkan sejumlah kota telah memiliki masjid dengan gaya bangunan asal Negeri Panda.

Ini merupakan bukti kuat alkulturasi budaya Indonesia dan Cina. Selain itu, perkembangan Islam di Cina juga memberi pengaruh terhadap budaya di Indonesia. Lantas masjid mana saja yang punya desain khas Tionghoa?

Masjid Lautze, berlokasi di Jalan Lautze nomor 87-89, Pasar Baru, masjid Tionghoa di Jakarta Pusat ini dikelola Yayasan Haji Karim Oei.

Mengutip Kompas, eksteriornya sudah menonjolkan nuansa khas Tionghoa, dengan dominasi warna merah dan kuning. Anda bisa menemukan kaligrafi berbahasa Arab yang terpampang.

Ornamen khas Tionghoa tampak di interior dan eksterior masjid ini. Masjid Lautze 2 tercatat sebagai yang tertua di kota Bandung.

Lokasinya berada di Jalan Tamblong Nomor 27, Braga dan masih berada di bawah naungan Yayasan Haji Karim Oei. Meski tidak terlalu besar, masjid bersejarah ini menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam di sekitarnya.

Selanjutnya, masjid Tan Kok Liong, Bogor. Lokasi tepatnya berada di Jalan Kampung Sawah Pondok Rajeg, Cibinong. Di lokasi ini terdapat sebuah masjid Tionghoa yang cukup terkenal.

Bukan hanya karena arsitekturnya yang menawan, sosok di balik masjid ini pun inspiratif. Masjid ini dibangun Anton Medan, seorang mantan narapidana yang menjadi mualaf pada 1992.

Jika biasanya masjid Tionghoa identik dengan warna merah, masjid ini terlihat unik dengan dominasi warna hijau dan kuning.

Yogyakarta merupakan salah satu pusat ilmu dan pengaruh budaya Jawa yang cukup kuat. Namun siapa sangka jika di Kota Gudeg ini ada masjid berarsitek Cina. Namanya Masjid Siti Dzirjanah.

Lokasinya mudah dijumpai, karena berada di Jalan Malioboro yang merupakan jantung kota Yogyakarta. Wisatawan dengan mudah menemukan masjid berwarna merah, biru, dan abu-abu ini

Uniknya, masjid ini memiliki tulisan dengan tiga bahasa, yakni Arab, Inggris, dan Mandarin. Hal ini merupakan lambang toleransi dan inklusivitasnya terhadap semua umat Muslim.

Catatan sejarah menyebutkan Laksamana Cheng Ho ke Nusantara diabadikan menjadi masjid yang ada di Jalan Gading, Surabaya. Selain itu, Cheng Ho duanggap sebagai salah satu tokoh asal China yang ikut menyebarkan agama Islam di Indonesia.

Masjid ini didirikan atas prakarsa para pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan atas jasanya.

Berdiri di atas lahan seluas lebih dari 3.000 meter persegi, masjid Cheng Ho punya arsitektur khas China. Selain di Surabaya, Masjid Cheng Ho juga ada Kabupaten Pasuruan, Semarang, dan beberapa kota lainnya.

Artikel Lainnya