Hore, Pemprov Jatim Longgarkan Jalur Mudik, Dikoordinasikan dengan Tujuh Rayon, Kuy Intip

Nyedulur
  • 10 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Kompas.

Pemerintah pusat telah tegas melarang mudik Lebaran 2021. Langkah ini sebagai antisipasi penyebaran virus corona di daerah.

Namun Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki jurus berbeda. Mudik Idul Fitri tahun ini sedikit longgar dengan membagi tujuh rayon atau aglomerasi.

Menurut Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak menegaskan bahwa pembagian tujuh rayon ini untuk mengendalikan mudik.

“Pemprov Jatim melakukan rayonisasi/aglomerasi di tujuh rayon untuk melakukan koordinasi yang efektif di titik-titik penyekatan” ujar Emil mengutip Jatimnet, Rabu 5 Mei 2021.

Pembagian rayon ini telah disampaikan pada Rakor Pengendalian Transportasi Mudik 2021 yang dilaksanakan secara virtual Senin 3 Mei 2031. Turut hadir Menteri Perhubungan, Kepala BNPB, Ketua Satgas Covid RI dan Ketua DPRD Jatim.

Pemprov Jatim menyebut terdapat tujuh rayon koordinasi mudik. Di antaranya Gresik-Lamongan, Sidoarjo-Pasuruan dan Mojokerto-Sidoarjo (Rayon 1), Pasuruan-Probolinggo, Probolinggo-Situbondo, Pasuruan-Malang, dan Malang-Lumajang (Rayon 2), Situbondo-Banyuwangi dan Jember-Lumajang Rayon 3).

Adapun Rayon 4 meliputi Nganjuk-Jombang, Jombang-Mojokerto, Blitar-Kediri, dan Kediri-Malang, Rayon 5 meliputi Ngawi-Madiun dan Madiun-Magetan, dan Rayon 6, Bojonegoro-Tuban.

Selain rayonisasi, Pemprov juga melakukan pengawasan di lingkup terkecil melalui program Kampung Tangguh dan PPKM Mikro. Sedangkan untuk penangananan kepulangan pekerja migran Indonesia Emil menjelaskan, bahwa semuanya langsung dites usap.

Emil mengajak masyarakat untuk menahan diri agar tidak mudik. Harapannya tahun ini mampu memaksimalkan vaksinasi dan pemulihan ekonomi.

Artikel Lainnya