Hindari Kerumunan, Masjid Istiqlal Pastikan Tak Ada Salat Id, Ternyata Prioritasnya.....

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Kumparan/Antara.

Salat berjemaah Idul Fitri tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di mana pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia masih belum terkendali.

Alasan inilah yang menyebabkan Masjid Istiqlal Jakarta membatalkan salat Idul Fitri berjemaah. Pihaknya mengutamakan menjaga kesehatan kepda setiap jemaah.

Mengutip Kumparan, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar menjelaskan, meski diupayakan pembatasan namun potensi perkumpulan orang dengan jumlah banyak di satu titik masih bisa terjadi.

“Perkembangan Covid-19 yang belum tunjukkan tanda-tanda lebih baik. Kita memang diberi kesempatan buka 10 persen, tapi itu sama dengan pasti kita akan berjumpa di satu titik, di tempat masuk, penitipan sandal,” ujar Nasaruddin, Selasa 11 Mei 2021.

Sebelum memutuskan pembatalan salat Id, pihak Masjid Istiqlal sudah lebih dulu melakukan simulasi. Hasilnya memang tetap akan terjadi kerumunan yang berpotensi penularan Covid-19.

“Kita di lantai dua, melewati tangga yang sama, pulang pergi. Setelah kami melakukan simulasi, mengantisipasi yang terjadi kami simpulkan Istiqlal seperti tahun lalu, belum dibuka untuk salat Id,” Nasaruddin menambahkan.

Menurutnya, prioritas saat ini adalah kesehatan masyarakat, sementara salat Id sifatnya sunah.

Nasaruddin berharap masjid raya lainnya juga mengikuti jejak yang sama untuk tidak menggelar salat Id pada Lebaran tahun ini.

“Tentu punya hak masing-masing masjid raya untuk kebijakan sendiri. Tapi kalau boleh mengimbau, demi tercipta kesehatan masyarakat yang prima seperti yang kita harapkan bersama, mungkin ada baiknya contoh Masjid Istiqlal supaya kita menghindari meluasnya Covid-19,” tuturnya.

Peniadaan salat Id ini juga atas arahan dari dari Menteri PMK Muhadjir Effendy, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Artikel Lainnya