Hilangnya KRI Nanggala-402 Bukan yang Pertama, Kapal Selam Rusia dan AS Pernah Tenggelam

Nyedulur
  • 22 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Pinterest.

Pemerintah RI terus berupaya mencari kapal selam KRI Nanggala-402. Kapal selam buatan Howal Deutsche Werke, Jerman berusia 40 tahun itu dinyatakan hilang kontak pada 21 April 2021 di perairan Bali.

Diterangkan Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Achmad Riad bahwa pihaknya terus berupaya mencari kapal selam KRI Nanggala-402.

Meski sejauh ini tumpahan minyak di beberapa lokasi telah terdeteksi. Termasuk dengan sensor pegerakan di bawah air, namun TNI belum bisa memastikan telah menemukan kapal tersebut.

Pada dasarnya, hilangnya kontak KRI Nanggala-402 bukan yang pertama. Bahkan raksasa militer, Rusia dan Amerika Serikat juga pernah kehilangan kapal selamnya.

Mengutip Naval Post melalui IDN Times, tercatat sembilan kecelakaan yang melibatkan kapal selam milik angkatan laut di belahan dunia.

Jumlah itu terdiri atas lima kapal selam milik Uni Soviet yang meliputi K-8, K-27, K-219, K-278, dan K-429. Sementara Rusia kehilangan dua kapal selam K-141 Kursk dan K-159. Sedangkan Amerika Serikat (AS) kehilangan USS Thresher dan USS Scorpion.

USS Thresher SSN-593 dinyatakan tenggelam pada 10 April 1963 sekitar 350 kilometer di kawasan timur Boston, Massachusetts. Sebanyak 129 awak dan personel galangan tewas.

Insiden disebabkan kapal kehilangan tenaga penggerak dan gagal meledakkan tangka pemberat darurat selama uji coba penyelaman. Akibatnya kapal terus tenggelam dan hancur.

Sementara USS Scorpion (SSN-589) adalah kapal selam bertenaga nuklir kelas Skipjack yang bertugas di Angkatan Laut AS. Kapal ini tenggelam pada 22 Mei 1968 sekitar 740 kilometer di barat daya Azores.

Hasil dari berbagai investigasi menyebutkan kapal selam Scorpion dinilai kurang meyakinkan. Sedikitnya 99 awak kapal laki-laki tewas.

Rusia juga pernah kehilangan kapal selam \di awal abad 21. K-141 Kursk tenggelam pada latihan angkatan laut “Summer-X” di Laut Barents pada 12 Agustus 2000, setelah ledakan di kompartemen torpedo. Semua 118 orang di dalamnya hilang.

Angkatan laut Inggris dan Norwegia menawarkan bantuan, tetapi Rusia menolaknya. Hanya bagian busur yang berhasil diselematkan.

Tiga tahun kemudian K-159 yang dibiarkan berkarat selama 14 tahun setelah dinonaktifkan ini tenggelam di Laut Barents. Tepatnya pada 28 Agustus 2003, ketika badai menghancurkan ponton yang diperlukan untuk tetap membuatnya mengapung. Sembilan dari 10 penyelamat di kapal tewas.

Artikel Lainnya