Hebat, Ilmuwan Indonesia Sukses Pengaruhi Teknologi Dunia, Ini Sosoknya

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Kompas.

Indonesia tidak hanya memiliki kekayaan objek wisata dan budaya. Cukup banyak potensi yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi perkembangan teknologi.

Sebut saja sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia cukup bagus. Meski SDM yang dimiliki tidak semaju Jepang, Korea Selatan apalagi Singapura.

Namun SDM di negeri ini mampu menghasilkan ilmuwan. Malahan beberapa ilmuwan ini sanggup mengubah wajah dunia industri. Siapa saja?

Mengutip Akurat, Bacharuddin Jusuf Habibie atau akrab disapa B.J Habibie merupakan salah satu ilmuwan asal Tanah Air yang karyanya diakui dunia internasional.

Dia dikenal sebagai pencetus Crack Progression Theory, yang menjelaskan tentang titik awal retakan pada sayap dan badan pesawat.

Teori yang dicetuskan Habibie mampu menghitung sangat detail letak dan besaran retakan pada konstruksi pesawat, hingga tingkat atom. Dari karya tersebut, Habibie kemudian dijuluki sebagai 'Mr Crack' dalam dunia penerbangan.

Namanya mungkin tidak sepopuler B.J Habibie, namun karyanya di bidang teknologi tidak kalah mendunia.

Dialah Khoirul Anwar. Sosok ini dikabarkan sebagai ilmuwan asal Indonesia yang berhasil menemukan teknologi 4G LTE. Namun kemudian dia meluruskan, bahwa dia penemu konsep dua FFT.

Meski demikian, Khoirul tidak memungkiri jika teknologi 4G LTE yang kini digunakan di hampir seluruh dunia, berawal dari konsep dua FFT karyanya.

Selanjutnya ada nama Dr. Warsito Purwo Taruno. Dia seorang ilmuwan asal Indonesia yang mengembangkan Center for Tomography Research Laboratory (CTECH Labs) Edwar Technology. CTECH Labs sendiri merupakan pusat riset dan produksi sistem tomografi 4D pertama yang ada di dunia.

Tidak hanya itu, sosok Warsito juga disebut sebagai pencetus teknologi Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT).

Sebelum Dr Joe Hin Tjio melakukan risetnya, kromosom pada manusia belum ditentukan jumlah pastinya. Namun berkat penelitian ilmuwan asal Pekalongan ini, dia berhasil menemukan fakta jika kromosom manusia adalah 46 buah alias 23 pasang.

Profesor Mezak merupakan ilmuwan asal Indonesia yang berhasil menemukan lebih dari 100 buah nebula planeter di tata surya. Bahkan, atas penemuan-penemuannya di bidang astronomi, namanya diabadikan di 120 Planetary Nebula Cluster.

Artikel Lainnya