Hati-hati, Kebanyakan Makan Telur Bisa Picu Diabetes dan Jerawat, Kok Bisa?

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Tidak hanya ikan dan sayur, telur kerap dijadikan lauk. Sebab, memasak telur cukup mudah dan protein yang terkandung cukup banyak. Itu sebabnya, telur tergolong salah satu bahan makanan yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.

Selain itu, telur juga menjadi sajian makanan yang paling digemari banyak orang. Sebab, telur memiliki cita rasa yang lezat dan dapat dikreasikan dalam berbagai olahan.

Namun tahukah Anda, jika mengonsumsi telur terlalu sering dan dalam jumlah berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Salah satunya timbulnya bisul.

Mengutip Science Daily melalui Pop Mama, dalam sebuah studi yang dilakukan para peneliti di University of South Australia menunjukkan bahwa konsumsi telur yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes.

Nah, untuk mengetahui informasi seputar berapa kadar telur yang bisa dikonsumsi anak beserta bahaya jika berlebih. Berikut rangkumannya.

Kandungan telur diketahui sangat kaya akan nutrisi yang baik untuk tubuh. Sebagaimana yang disebutkan para pakar kesehatan gizi.

Mengonsumsi sebutir telur rebus setara dengan memenuhi 6 persen kebutuhan vitamin A, 5 persen asam folat, 7 persen vitamin B5, 9 persen vitamin B12, 15 persen vitamin B2, 9 persen fosfor, dan 22 persen kebutuhan selenium harian.

Tak hanya itu, dalam telur juga terkandung vitamin D, E, K, B6, kalsium, dan zinc. Telur juga relatif rendah kalori serta mengandung tinggi protein (6 gram) dan 5 gram lemak sehat.

Kandungan nutrisi lain dalam telur juga biasanya diperkaya dengan omega-3 pada jenis telur khusus yang dilabeli omega-3. Jika dikonsumsi dengan tepat, telur juga baik untuk kesehatan jantung anak sejak usia dini, ya Moms!

Seperti yang disebutkan dalam sebuah penelitian, bahwa sebanyak 70 persen orang subjek penelitian tidak mengalami peningkatan kolesterol setelah mengonsumsi telur. Sisanya, sekitar 30 persen mengalami peningkatan kolesterol karena masuk golongan ‘sensitif’ terhadap kolesterol akibat makanan.

Tak hanya mengandung kolesterol dan lemak yang cukup tinggi. Baru-baru ini sebuah penelitian di Cina juga menyebutkan bahwa telur dapat meningkatkan risiko diabetes pada orang dewasa.

Hal ini sebagaimana yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition, orang yang rutin mengonsumsi satu atau lebih telur per hari, yakni setara 50 gram, telah meningkatkan risiko diabetes hingga 60 persen.

Artikel Lainnya