nyedulur.com

Hati-hati Aquaplaning, Ketahui Penyebab dan Bahayanya, Ini Cara Mengatasinya

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Liputan6.

Musim hujan seperti saat ini menjadi kewaspadaan para pengemudi kendaraan roda empat. Baik yang berprofesi sebagai sopir, maupun pengemudi mobil pribadi.

Pada saat seperti ini kerap terjadi aquaplaning. Istilah itu bisa juga disebut hydroplaning. Yakni kondisi saat roda mobil kehilangan daya cengkeram.

Dampaknya mobil hilang kendali di saat musim hujan atau jalan dalam kondisi basah. Kondisi itu bisa menyebabkan kecelakaan fatal.

Dilansir dari Tirto, mobil yang melaju kencang di jalan berair maka akan melayang atau mengambang. Pengendara yang tidak sigap bisa menyebabkan kecelakaan mobil. Kendaraan dapat membelok tiba-tiba atau mendadak nge-drift, lalu terjungkal.

Sebetulnya genangan air yang tinggi bukan satu-satunya penyebab aquaplanning. Kejadian seperti ini juga dipengaruhi kondisi mobil. Semisal keadaan roda dan bobot mobil.

Semakin tipis kondisi ban, risiko mengalami aquaplaning lebih tinggi sewaktu melintas di jalan tergenang. Alur roda yang makin tipis, bahkan gundul, tidak bisa memecah genangan air dan cenderung licin.

Di samping itu, pemilik kendaraan perlu cermat memilih ban. Harapannya mencari alur roda yang cocok untuk menghadapi jalan basah. Sekaligus memberi daya cengkeram roda.

Dari sisi bobot mobil, semakin ringan kendaraan akan lebih mudah terangkat. Ditambah saat mobil melewati jalanan basah. So, risiko aquaplaning cukup tinggi di musim hujan.

Tanda-tanda aquaplanning umunya suara mesin mobil mendadak lebih keras, terasa seperti mengubah kopling pada persneling saat mengemudi cepat dan putaran mesin bertambah.

Mengemudi terasa menjadi ringan, bagian belakang mobil serasa melayang pada sisi-sisinya, peristiwa ini disebut fishtailing. Jadi bagaimana menghadapi aquaplaning?

Artikel Lainnya