Gurihnya Rempeyek Laron Khas Jateng, Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Ternyata Bisa untuk Kendalikan Rayap

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Cokpad.

Tak lengkap rasanya makan pecel tanpa rempeyek atu peyek. Biasanya pecel didampingi rempeyek dengan isian adalah kacang yang dincang kasar, udang kecil, atau ikan teri. Rempeyek saat mengonsumsi nasi pecel, bisa disebut pengganti kerupuk.

Di sepanjang Jalan Doho, Kediri, Jawa Timur cukup banyak penjual nasi pecel lengkap dengan berbagai aneka lauk. Sementara rempeyeknya terbuat dari udang gremut atau udang kecil serta ikan teri.

Apa jadinya jika rempeyek terbuat dari laron. Bagi yang tidak lazim memang akan mengernyitkan dahi. Tapi bagi sebagian warga Jawa Tengah, laron bisa dijadikan rempeyek.

Di tengah musim hujan seperti saat ini, laron berkembang biak cukup banyak. Serangga terbang ini selalu mengeliling setiap lampu yang menyala.

Sementara laron yang sayapnya patah atau rontok, mereka akan jatuh, kemudian berbaris satu sama lain dan membentuk barisan. Kan, jadi kotor lantai rumah.

Dilansir dari Good News From Indonesia, laron-laron itu ditangkap dengan memanfaatkan ember berisi air yang diletakkan di bawah sumber cahaya, seperti lampu atau lilin.

Setelah itu, laron dengan sendirinya akan menghampiri sumber cahaya. Kemudian jatuh dan terperangkap di dalam ember berisi air tersebut.

Sementara, proses pembuatan rempeyek ini sama. Laron akan dicampur dengan tepung beras yang sudah diencerkan, dicampur dengan bumbu, yang meluputi garam dan bawang putih. Kemudian, ditambahkan laron yang sudah dibersihkan dari sayapnya, lalu digoreng.

Bagi yang tidak terbiasa, mengonsumsi laron menjadi hal yang aneh. Malahan ada yang menganggap ekstrim. Padahal serangga memiliki protein yang dapat memicu alergi terhadap beberapa orang yang tidak cocok.

Di samping hal itu, laron juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, seperti protein, lemak, vitamin, maupun mineral.

Sebetulnya, laron telah menjadi makanan yang umum bagi masyarakat Afrika Selatan. Mereka biasanya mengonsumsi laron dengan cara disangrai.

Dengan mengonsumsi laron seperti ini, tanpa sadar, khususnya masyarakat Jawa Tengah, telah mengendalikan rayap di sekitar rumahnya dengan mengurangi kemungkinan munculnya koloni baru rayap. Iya, melalui laron tadi itu.

Artikel Lainnya