Gawat, Pernikahan Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Dianggap Ilegal, Jika Dilanggar Hukumannya Berat

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST/Instagram.

Hari patah hati nasional itu bukan hanya rumor. Penamaan tersebut tak lepas saat Hamish Daud dan Raisa menikah pada 2017. Namun hari patah hati internasional juga muncul pada tahun yang sama.

Siapa lagi kalau bukan dua selebritas asal Korea Selatan, Song Joong Ki dan Song Hye Kyo. Pernikahan keduanya pada 2017 silam juga dijuluki menjadi hari patah hati internasional.

Bagaimana tidak, pernikahan Song's couple ini sangat mengejutkan warganet, terutama para penggemarnya. Lantaran mereka selalu membantah rumor tentang gosip pacaran. Tetapi justru mengumumkan pernikahan pada 31 Oktober 2017 silam.

Namun, tak kalah mengejutkan lagi usai 2 tahun menikah Song Joong Ki memutuskan untuk menggungat cerai istrinya dengan alasan kesibukan mereka di dunia hiburan.

Tidak hanya itu, mengutip Pikiran Rakyat, setelah satu tahun perceraian mereka, penggemar kembali tertarik dengan cerita pernikahan Song Joong Ki dan Song Hye Kyo yang dianggap ilegal di Korea Selatan.

Pernikahan Song Joong Ki dan Song Hye Kyo dinyatakan ilegal jika mereka memutuskan menikah 16 tahun yang lalu.

Dalam laman Koreaboo dikutip dari Pikian Rakyat, pemerintah Korea Selatan telah mencabut undang-undang tentang larangan pasangan yang bermarga sama untuk menikah.

Undang-undang Korea Selatan 16 tahun lalu melarang rakyatnya menikahi seseorang dari marga dan nama belakang yang sama.

Artinya ketentuan tersebut berlaku untuk Song Joong Ki dan Song Hye Kyo. Sebab keduanya memiliki marga yang sama, yakni Song.

Diambil berdasarkan hukum yang pernah berlaku di Korea Selatan, sebagai contoh orang yang memiliki nama marga Kim sebenarnya berasal dari 282 klan yang berbeda.

Kebanyakan yang memiliki marga Kim berasal dari provinsi Gyeongsang dan Gyeongju.

Sebagaimana diatur dalam hukum Korea Selatan ayat 809, Kim yang berasal dari Gimhae boleh menikahi Kim dari Gyeongju.

Namun, tidak boleh menikahi sesama Gimhae lainnya yang tercatat ada sebanyak 4 juta jiwa.

Menurut laporan Koreaboo 26 April 2021, pemerintah Korea Selatan sudah menghapus aturan tersebut dalam undang-undang.

Warga Korea Selatan saat ini kebanyakan bertemu dengan orang yang memiliki nama marga dan berasal dari klan yang sama lalu jatuh cinta.

Artikel Lainnya