Gawat, Park Hye Soo Dituduh Pelaku Bullying, Akibatnya Serial Dear. M Tertunda

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Rumor bully ternyata cukup banyak menimpa artis aupun idol Korea Selatan. Walaupun belum tentu kebenarannya, namun rumor tersebut membawa dampak buruk aktivitas sejumlah selebritas.

Salah satunya penayangan drama Dear. M yang diperankan oleh Park Hye Soo dan Jaehyun NCT resmi ditunda. Pokok permasalahannya adalah Park Hye Soo sedang terlibat skandal bullying. Padahal dia adalah pemeran utamanya.

“Halo, ini adalah tim produksi untuk drama Jumat KBS Dear. M. Kami meminta pengertian dari pemirsa yang telah menunggu Dear. M,” katanya mengawali.

Selanjutnya, mereka menjelaskan bahwa drama tersebut batal tayang pada Jumat 26 Februari 2021. Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan.

Karena penundaan tersebut disinyalir Park Hye Soo disebut sebagai tukang bully. Hal ini membuat publik marah sebagaiaman diinformasikan dari Suara.

“Untuk memeriksa secara menyeluruh masalah terbaru seputar salah satu anggota pemeran Dear. M dan untuk memastikan rilis berkualitas tinggi, kami telah memutuskan untuk menunda pemutaran perdana yang semula dijadwalkan pada 26 Februari,” jelas pihak produksi.

“Kami akan mengumumkan jadwal baru untuk konferensi pers dan pemutaran perdana di kemudian hari,” sambungnya lagi.

Isu bullying yang dilakukan Park Hye Soo sudah dibantah pihak agensi, Studio Santa Claus Entertainment. Mereka mengatakan rumor tersebut palsu.

Studio Santa Claus Entertainment menuding orang yang mengaku korban sedang mengambil keuntungan.

“Kami sedang mengumpulkan bukti substansial untuk membuktikan bahwa informasi dan tuduhan terkait isu kekerasan di sekolah adalah palsu,” tuturnya.

“Dalam prosesnya, kami juga menemukan keadaan di mana kami mungkin mencurigai orang-orang yang mengaku sebagai korban melakukannya untuk keuntungan ekonomi sebagai tindakan kolaborasi yang jahat,” imbuhnya lagi.

Tak cuma itu, pihaknya juga mengancam akan menempuh jalur hukum atas masalah yang menimpa Park Hye Soo.

“Kami sangat yakin bahwa pengungkapan terkait masalah ini adalah palsu, dan kami berencana untuk mengamankan bukti yang membuktikan kepalsuan mereka dan menyerahkan bukti ini kepada otoritas investigasi,” bebernya.

“Kami akan mengambil kebijakan tanpa toleransi terkait masalah ini dan akan mengambil tanggapan yang lebih luas dan kuat dengan mengajukan lebih banyak pengaduan pidana terhadap spekulasi dan fitnah yang tidak dipikirkan,” tandasnya.

Artikel Lainnya