Gawat, Mantan Wabup Ponorogo Tak Segera Dieksekusi, Padahal Putusan Kasasi MA Sudah Keluar 2019, Ternyata......

Nyedulur
  • 25 hari yang lalu
  • arief

Status hukum yang melekat pada terpidana bisa membuat tekanan mental. Seperti yang dialani mantan Wakil Bupati Ponorog, Yuni Widyaningsih.

Dia dilaporkan mengalami depresi berat. Terpidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012-2013 itu hingga sekarang belum dieksekusi.

Padahal vonis kasasi Mahkamah Agung (MA) sudah keluar awal 2019. Namun pihak Kejari Ponorogo mengaku baru menerima salinan putusan pada akhir 2019.

“Iya memang awal 2019 lalu. Tapi akhir 2019 kami baru menerima salinannya,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Ponorogo, Khunaifi Alhumami mengutip Jatimnow, Kamis 27 Mei 2021.

Dia menambahkan bahwa mantan wabup dijatuhi vonis enam tahun enam bulan dan uang pengganti Rp 1.050.000.000. Denda subsider jika tidak mau menjalani hukuman Rp 200 juta.

Khunaifi menyebut bahwa hingga saat ini belum ada eksekusi, lantaran Yuni Widyaningsih yang akrab dipanggil Ida mengalami gangguan jiwa berat.

“Kan itu disidangkan dari 2016. Banding sampai kasasi tetap saja dijatuhi hukuman,” Khunaifi menambahkan.

Menurutnya, sejak 2016 Ida mengalami depresi berat berdasarkan keterangan dari dokter di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya.

Sebenarnya, lanjut Khunaifi, eksekusi pernah dilakukan pada Desember 2019. Namun saat itu keluar surat keterangan depresi berat dari Rumah Sakit Hermina.

“Kami tetap tidak bisa eksekusi. Karena risikonya bisa bunuh diri,” kata Khunaifi.

Kemudian Kejari Ponorogo mengambil opsi kedua dengan meminta pemeriksaan di Rumah Sakit dr Soeroto Ngawi. Hasilnya pun sama dengan rumah sakit sebelumnya.

“Kita sudah melakukan second opinian ke rumah sakit Ngawi hasilnya juga sama, (Ida) memiliki gangguan kejiwaan. Statusnya terpidana namun belum menjalankan hukuman,” tambahnya.

Khunaifi menambahkan, keluarga Ida rutin mengirim hasil pemeriksaan setiap tiga sampai empat bulan sekali.

Artikel Lainnya