Gawat, Kursi Frank Lampard Makin Panas, Kalah dari Leicester, Makin Jauh dari Zona Champions

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Dailymail/Reuters.

Pelatih Chelsea, Frank Lampard mendapat tekanan luar biasa. Tekanan kali ini lebih berat. Dia menderita kekalahan away keempat dari lima laga tandang. Kekalahan menyakitkan diderita saat berkunjung ke King Power Stadium.

Tuan rumah Lecester City memukul Chelsea dua gol tanpa balas, Rabu 20 Januari 2021 dini hari WIB. Dua gol kemenangan The Foxes dilesakkan Wilfred Ndidi dan James Maddison masing-masing menit keenam dan 41.

Dengan hasil ini Chelsea makin jauh dari zona Liga Champions. The Blues berada di urutan kedelapan dengan 29 poin. Jarak dengan zona Liga Champions lima angka dan tertinggal sembilan poin dari pemimpin klasemen sementara yang dikuasai Leicester.

Tekanan luar biasa tak lepas dari galaknya manajemen Chelsea. Manajemen tidak tanggung-tanggung mendepak pelatih jika tidak memuaskan mereka.

Terlebih tim milik Roman Abramovich telah membelanjakan duit GBP230 juta atau sekitar Rp4,3 triliun. Uang itu untuk membeli Kai Havertz, Timo Werner, Hakim Ziyech dan Ben Chilwell di musim panas lalu.

Namun demikian Lampard berkilah, dia bisa menangani tekanan. Dia menambahkan jika pekerjaan ini telah dipikirkan dan memiliki risiko. Terutama di masa-masa sulit.

“Saya memahami ekspektasi klub ini, apakah menurut saya itu benar atau salah. Kami tidak berada di posisi yang sama dengan Chelsea saat kami memenangkan gelar,” kata Lampard dikutip dari Dailymail.

Berkaitan dengan masa depannya yang makin muram, Lampard berkilah dia tidak bisa menentukan masa depannya.

“Saya tidak bisa mengendalikan (masa depan saya). Saya tidak bisa terjebak dalam reaksi jika tidak, saya akan duduk di sini sepanjang hari memikirkannya,” lanjut mantan gelandang timnas Inggris itu.

Dengan hasil ini, Leicester City berhak melewati Manchester City dan United. Pasukan Brendan Rodgers itu duduk di klasemen sementara dengan 38 poin dengan 19 laga. Sementara City baru memainkan 17 laga terpaut tiga poin dan MU berselisih dua angka dengan 18 permainan.

Artikel Lainnya