Gawat, Gunung Arjuno-Welirang Dilanda Angin Kencang dan Hujan Es, Pendakian Sementara Ditutup, Jangan Nekat

Nyedulur
  • 8 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Jawa Pos.

Cuaca ekstrem di Gunung Arjuno dan Welirang tidak menentu. Berdasarkan pengamatan Taman Hutan Raya R Soerjo, angin kencang melanda di dua gunung yang bertetangga itu.

Selain angin kencang, hujan es juga melanda Gunung Arjuno-Welirang. Hal inilah yang menyebabkan jalur pendakian di dua gunung tersebut tertutup untuk umum.

“Jalur pendakian kami tutup karena kondisi cuaca yang memburuk dan ekstrem. Angin kencang dan hujan es,” kata Kepala Taman Hutan Raya R Soerjo, Ahmad Wahyudi mengutip Kompas, Jumat 9 April 2021.

Wahyudi mengatakan, cuaca ekstrem di kawasan Gunung Arjuno-Welirang mulai terdeteksi pada Selasa 6 April 2021 pagi.

Sejak saat itu, jalur pendakian menuju dua gunung yang berdampingan itu ditutup.

“Kami tutup mulai tanggal 6 (April) kemarin,” katanya.

Saat ini, kondisi puncak gunung setinggi 3.399 meter di atas permukaan laut itu tertutup awan tebal. Angin kencang juga masih terdeteksi di kawasan itu.

“Untuk hari ini kondisi di puncak pagi tadi terpantau angin kencang dan siang ini tertutup awan tebal,” ungkapnya.

Penutupan itu berlaku untuk semua jalur pendakian menuju Gunung Arjuno-Welirang, baik dari pintu pendakian di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Belum diketahui kapan jalur pendakian itu akan dibuka kembali. Pihak Taman Hutan Raya R Soerjo masih menunggu cuaca ekstrem mereda.

Sementara itu, animo pendaki di Gunung Arjuno-Welirang cukup tinggi. Wahyudi mengatakan, ketika akhir pekan jumlah pendaki rata-rata 250 orang per hari.

“Animo pendaki tinggi, 250 orang per hari waktu akhir pekan,” katanya.

Artikel Lainnya