Gawat, Dalih Pengobatan, Dosen Unej Malah Cabuli Ponakan, Resmi Jadi Tersangka, Ancaman Hukumannya Ngeri

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Suara.

Polres Jember akhirnya menahan dosen Universitas Jember (Unej) berinisial RH. Pria tersebut resmi menjadi tersangka setelah melewati rangkaian pemeriksaan.

Mengutip Suara, Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika menegaskan bahwa dosen FISIP Unej itu menjadi tersangka pencabulan terhadap keponakannya, dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Dia menambahkan bahwa setelah menjalani serangkaian pemeriksaan sejak Rabu (5 Mei 2021) malam, penyidik memutuskan melakukan penahanan kasus pencabulan itu.

Proses hukum berlanjut untuk melengkapi berkas dan dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Dalam pemeriksaan di kepolisian, tersangka ditemani enam pengacara.

“Korban adalah anak berumur 16 tahun, yang tempat (kejahatan) dilakukan tersangka di rumahnya. Korban adalah keponakannya sendiri,” kata Kompol Kadek Ary, Kamis 6 Mei 2021.

“Sejak kemarin sudah kami tahan. Berkasnya sudah kami lengkapi, dan kami kirimkan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) ke Kejaksaan Negeri Jember,” katanya menegaskan.

Berdasar hasil pemeriksaan, lanjut dia, modus kejahatan pencabulan tersangka yakni dengan berdalih melakukan pengobatan.

“Yakni dengan berpura-pura melakukan pengobatan terhadap korban,” Kadek Ary menambahkan.

Penetapan tersangka hingga penahanan juga merujuk sejumlah alat bukti yang kuat, dicontohkannya baju tidur milik korban, dan ponsel berisi rekaman suara percakapan antara korban dengan tersangka.

“Dari bukti-bukti tersebut, oknum dosen di salah satu perguruan tinggi di Jember itu akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani proses hukum berikutnya,” kata mantan Kasatlantas Polresta Banyuwangi itu.

Dia menambahkan, aksi pencabulan yang dilakukan tersangka dilakukan sebanyak dua kali.

Artikel Lainnya