nyedulur.com

Gaes, Waspada Penyakit Akibat Cakar dan Gigitan Kucing, Bisa Sebabkan Infeksi, Toksoplasma Juga Bahaya bagi Manusia

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: womans.world

Tingkah pola kucing yang menggemaskan menjadi salah satu alasan untuk dipelihara. Memang, kadang nakal. Dia suka mencuri bila majikannya terlambat memberi makan.

Di balik sikap yang menggemaskan, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Kesehatan! Namanya binatang, kerap membawa kuman, bakteri, dan masalah penyakit yang bisa mengancam manusia.

Pertanyaannya, apakah itu bahaya? Hal yang paling banyak disorot adalah dampak dari gigitan dan bekas luka cakar kucing.

Menurut laporan Mayo Clinic melalui IDN Times, gigitan kucing bisa menyebabkan infeksi. Jika tak beruntung, bisa masuk ke dalam 15 persen orang yang harus dirawat di rumah sakit.

Gigi kucing memang tak menimbulkan luka dalam pada kulit. Tapi, bisa timbul infeksi karena kucing membawa pasteurella multocida di mulutnya. Ini merupakan bakteri agresif yang bisa menyebabkan berbagai komplikasi.

Waspadai pula cakar kucing. Mengutip laman Cornell University College of Veterinary Medicine cakar kucing bisa menyebabkan fellinosis atau cat scratch disease (CSD).

Penyakit tersebut dibawa oleh kucing, tetapi disebabkan oleh bakteri bernama bartonella henselae. Penularan utama CSD memang dari cakaran kucing.

Namun, jilatan, gigitan, dan kotorannya juga bisa menjadi perantara. Gejala yang ditimbulkan adalah pembengkakan, demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga hilangnya nafsu makan. Ngeri, ya.

Masalah yang paling sering dihadapi manusia adalah keracunan atau salmonella. Bisa juga disebut salmonellosis yang kerap dibawa kucing. Bakteri tersebut bisa menular ke manusia melalui kotoran yang terinfeksi.

Pada umumnya, kucing umumnya membawa bakteri Salmonella jika mereka makan daging mentah atau hewan hidup seperti tikus dan burung.

Protozoa toxoplasma gondii merupakan parasite yang paling ditakuti manusia. Penyakit ini biasa ditularkan ke manusia melalui kontak dengan kotoran, urine, dan daging kucing yang terinfeksi.

Gaes, jaga dan rawatlah kucing dengan baik. Teliti setiap tingkah pola yang mencurigakan. Bisa jadi itu disebabkan masalah kesehatan kucing. Sering-seringlah memeriksakan ke dokter hewan.

Artikel Lainnya