Gaes, Timun Rebus Bisa Mencegah Timbulnya Kanker, Benarkah? Ini Kata Ahli Gizi

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Timun kerap disajikan sebagai makanan pendamping menut utama. Biasa juga disebut lalapan untuk beberapa menu tertentu. Sebut saja lalapan untuk nasi goreng, ayam goreng atau bakar, bebek goreng dan bakar, serta ikan bakar.

Terkadang juga bisa dijadikan sayuran utama seperti nasi pecel, nasi terancam, dan jenis menu nusantara lainnya.

Malahan timun kerap dikonsumsi sebagai cemilan. Sebab sayuran ini memiliki tekstur renyah dan rasa yang segar.

Tak hanya itu, dalam sebuah unggahan akun @oke.dokter, timun yang diproses dengan cara direbus disebut memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh.

Manfaat timun rebus disebutkan dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh, menurunkan berat badan, dan melawan sel kanker. Demikian melansir Kompas.

Benarkah timun bisa diproses dengan cara direbus dan dapat menghasilkan banyak manfaat bagi tubuh?

Dokter sekaligus Ahli Gizi Komunias Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum tidak sependapat dengan cara pengolahan timun yang direbus. Dia beralasan, dengan merebus timun kandungan antioksidan di dalamnya bisa hilang. 

“Ketimun dan banyak produk lalap lain kaya akan antioksidan. Antioksidan bersifat sensitif terhadap panas. Jadi, jika ketimunnya direbus, ya sudah, hilang semua manfaatnya, selain serat yang masih ada,” kata dr. Tan.

Menurutnya, tidak tepat jika mengonsumsi timun dengan cara direbus. Hal itu, lanjutnya, justru bisa merusak kandungan antioksidan di dalamnya.

Sementara mengenai manfaat timun rebus yang diklaim bisa membunuh sel kanker, praktisi kesehatan ini juga tidak sependapat.

Tan menjelaskan, konsumsi bahan makanan yang kaya akan sejumlah kandungan, seperti timun, hanya dapat mencegah kanker, bukan mengobati.

“Mencegah tidak sama dengan mengobati. Mengonsumsi pangan fungsional yang kaya polifenol, mineral, dan antioksidan baik sebagai pencegahan (bukan obat) kanker maupun penyakit degeneratif atau penuaan dini,” jelasnya.

Fungsi pencegahan itu pun baru bisa didapatkan dengan sejumlah catatan. Yakni harus memperhatikan asupan makanan dan minuman secara keseluruhan. Selain juga harus diikuti dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. 

"Makan ketimun berkilo-kilo tapi ikannya masih digoreng, masih merokok, dan hidup dirundung stres, ya penyakit tetap mampir, kan?” dr. Tan menambahkan.

Sementara itu, untuk timun yang diolah dengan cara dibuat menjadi acar, Tan menyebut tidak ada masalah di sana.

Artikel Lainnya