nyedulur.com

Gaes, Indonesia Punya Chinatown Paling Sibuk, Populer karena Ciri Khas Budayanya, di Mana?

Nyedulur
  • 23 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Wow Keren.

Tidak salah jika Cina dianggap memiliki penduduk terpadat di dunia. Menurut catatan Census US, penduduk Cina diperkirakan mencapai 1,3 miliar berdasarkan sensus 2020.

Berdasarkan data tersebut, penduduk Cina tersebar di beberapa penjuru dunia. Baik berstatus peranakan maupun pendatang dari Cina langsung. Itu sebabnya kemudian banyak koloni.

Oh iya, omong-omong soal koloni, penduduk Cina sudah melakukannya puluhan bahkan diduga sudah ratusan tahun. Keberadaan koloni itu kemudian memunculkan wilayah yang disebut Chinatown. Di Indonesia biasa disebut Pecinan.

Di Indonesia terdapat beberapa pecinan yang cukup popular. Terkenal hingga luar negeri. Bisa karena budaya, kepadatan penduduknya, makanan, Bahasa dan lainnya.

Mengutip Good News From Indonesia, di Kalimantan, kawasan Singkawang memiliki komunitas Tionghoa terbesar di Indonesia. Bisa bayangkan betapa mewah dan meriahnya Chinatown di Indonesia yang satu ini.

Gaya hidup, budaya, dan arsitektur pecinaan bisa dengan mudahnya ditemui. Apalagi saat perayaan besar seperti Imlek dan Cap Go Meh, menjadi puncak wisata kota ini. Setiap perayaan Imlek dan Cap Go Meh, Singkawang memiliki pawai besar, berbagai macam acara, hingga pertunjukan yang memukau. Inilah daya tarik Singkawang.

Sekarang melangkah ke Ibu Kota. Jakarta sebagai ibu kota Indonesia memiliki penduduk yang sangat beragam. Termasuk komunitas warga keturunan Tionghoa. Komunitas ini kemudian membentuk kawasan mukim khas pecinan yang terkenal, tepatnya di Glodok.

Walau sudah berusia ratusan tahun dan bangunan-bangunan modern dibangun di sekitar kawasan tersebut, Glodok masih bertahan dengan ciri khasnya.

Di kawasan ini banyak peninggalan sejarah, toko legendaris yang menjual pakaian, elektronik, hingga makanan.

Tak hanya di Jakarta, Semarang juga identik dengan pecinan yang meriah dan menarik untuk dikunjungi di kawasan Kauman. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Chinatown di Semarang adalah saat Imlek. Kenapa? Karena ada acara yang rutin diselenggarakan setiap tahun yaitu pasar malam Semawis.

Di pasar ini, akan banyak menemukan ornamen khas Imlek, pertunjukan meriah, serta yang paling penting adalah kuliner khas pecinaan. Tempat ini nyaris nggak pernah sepi.

Kembang Jepun memiliki cerita yang cukup Panjang. Sejarahnya tertulis dengan apik, mengapa dinamakan Kembang Jepun. Di tempat ini terdapat Kya Kya yang merupakan salah satu kawasan Chinatown di Indonesia yang terpopuler.

Terdapat Rumah Abu Keluarga Han yang dijadikan cagar budaya pemerintah kota. Terdapat pula klenteng Hok An King yang merupakan satu-satunya klenteng Dewa Makco di Surabaya.

Pagelaran budaya yang ditampilkan di kawasan pecinan ini tak melulu kebudayaan Tionghoa. Di sini pengunjung juga bisa menonton pagelaran kebudayaan khas Indonesia seperti musik keroncong. Masih ada satu lagi pecinan yang cukup terkenal. Intip yuk.

Artikel Lainnya