Fantastis! Raffi Ahmad Gelontorkan Rp300 M, Akuisisi Cilegon United, Termasuk Bangun Sport Complex

Nyedulur
  • 16 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Suara/Antara.

Terjawab sudah teka teki Raffi Ahmad berkecimpung di panggung sepak bola. Selebritas kondang itu telah resmi mengakuisisi Cilegon United FC.

Istri Nagita Slavina itu tidak sendiri. Raffi Ahmad ditemani Rudy Salim untuk mengakuisisi tim asal Jawa Barat dengan mahar sebesar Rp300 miliar. Fantastis!

Anggaran tersebut tidak hanya untuk menaikkan Cilegon United ke Liga 1. Mengutip Antara melalui JPNN, anggaran itu rencananya juga dibuat untuk membangun sepak bola Indonesia.

Sasarannya adalah pembangunan klub, termasuk infrastruktur penunjang seperti lapangan sepak bola di 10 kota dan satu akademi sepak bola. Dari program terebut, diperkirakan akan menelan biaya di atas Rp300 miliar.

“Di atas Rp300 miliar nilai investasi total. Bukan nilai akuisisi klub, tetapi untuk infrastruktur penunjang, pembelian tanah, pembangunan gedung dan sebagainya," kata Rudy yang juga presiden direktur Prestige Motorcars.

Rans Entertainment dan Prestige Motorcars bekerjasama menciptakan arena olahraga berstandar internasional dengan lapangan FIFA Certified berlokasi di Pantai Indah Kapuk 2 Jakarta.

Arena dengan luas 2,7 hektar itu rencananya akan menjadi pusat pelatihan berbagai olaharaga. Mulai dari fasilitas lapangan sepak bola, lapangan futsal, skateboard arena, lapangan bulu tangkis, tenis, basket, wall climbing, sampai e-sport arena.

Arena pelatihan yang diberi nama RANS Prestige Sportainment tersebut juga akan dilengkapi zona komersil, seperti restoran, roof top cafe, cafe bola dan food court.

RANS Prestige Sportainment akan dikelola menjadi pusat Sekolah Sepak Bola (SSB) dan pusat pelatihan RANS Cilegon FC.

Saat ditanya soal rencana melantai di Bursa Efek Indonesia seperti dilakukan Bali United yang telah melakukan penawaran saham perdana (IPO), Rudy tidak menutup kemungkinan melakukan hal serupa.

“Untuk ke depannya, memang tim itu baiknya independen, dari lembaga keuangan atau apa pun. Sehingga bisa mendapatkan suntikan modal dari publik agar lebih transparan efektif dan efisien,” Rudy menambahkan.

“Adalah baik jika satu tim atau perusahaan bisa menuju public offering (IPO) karena jauh lebih efisien, dan ada komite audit, ada dewan pengawas, itu jauh lebih baik,” pungkasnya.

Artikel Lainnya