Fakta-fakta Terusan Suez yang Jarang Diketahui Orang, Bukan Sekadar Pangkas Jarak Eropa-Asia

Nyedulur
  • 13 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Shutterstock.

Terusan Suez merupakan salah satu jalur transportasi laut paling penting di Afrika dan Eropa. Jalur ini menghubungkan pedagangan antara Laut Mediterania dengan Laut Merah.

Dengan demikian, jalur transportasi dari Eropa menuju Asia, tidak perlu memutar di Atlantik Barat. Atau menyisir pantai timur Afrika.

Belakangan nama Terusan Suez mendadak viral. Penyebabnya sebuah kapal MV Ever Given milik perusahaan Jepang tersangkut saat badai pasir melanda pada Jumat 23 Maret 2021.

Kejadian itu kemudian membuat jalur transportasi laut buatan Mesir ini mendadak macet. Imbasnya cukup strategis terhadap sejumlah negara. Sebut saja harga minyak dunia langsung melonjak karena keterlambatan pengiriman.

Terusan Suez yang diresmikan pada 1869, dan memliki peran penting dalam mendorong sektor perdagangan dunia. Keberadaannya bisa memangkas jarak antara Eropa dan Asia.

Dilansir dari Suara, Terusan Suez juga membutuhkan waktu 10 tahun untuk menyelesaikan kontruksinya. Terlebih sejarahnya cukup menarik.

Pemerintah Mesir memutuskan memperluas Terusan Suez untuk terus mengurangi jarak dan mempromosikan perdagangan dunia, terutama jalur perdagangan antara Asia dan Eropa. Proyek ini dimulai pada 2014 dan diprogram untuk dapat digunakan pada akhir 2016.

Awalnya, Terusan Suez mempersingkat perjalanan sejauh 7.000 kilometer, sedangkan proyek yang telah selesai akan ditingkatkan menjadi hampir 9.600 kilometer.

Meskipun konstruksi aslinya memakan waktu hampir satu dekade untuk diselesaikan, penambahan baru ini akan siap dalam waktu kurang dari dua tahun dan pendapatan tol hampir dua kali lipat untuk pemerintah Mesir pada 2023.

Selanjutnya, Terusan Suez dibangun atas prakarsa insinyur Prancis yang bernama Ferdinand Vicomte de Lesseps.

Setelah berhasil menyelesaikan Terusan Suez, Lesseps mengembangkan ide untuk membangun kanal lain di atas Tanah genting Panama, Amerika Tengah. Mengingat kesuksesan sebelumnya, investor dan pemerintah memberikan dukungan dan persetujuan.

Lesseps kemudian merekrut arsitek dan insinyur Gustave Eiffel, pencipta Menara Eiffel. Dia berjanji bahwa membangun Terusan Panama akan lebih mudah dan lebih cepat daripada Suez.

Proyek tersebut dimulai pada 1881, dua belas tahun setelah Terusan Suez selesai. Namun pembangunannya mengalami banyak kegagalan dan masalah di bawah manajemen Lesseps, termasuk epidemi yang mengakibatkan ribuan kematian.

Artikel Lainnya