Fakta-fakta Seputar Peracik Bumbu Indomie, Jarang Terekspos

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Indomie cukup popular di seluruh lapisan masyarakat. Makanan ini paling banyak digemari anak kos. Terutama di akhir bulan, pada saat uang jajan makin menipis, Indomie dianggap dewa penolong.

Tapi dari jutan anak kos yang doyan Indomie di Indonesia, tidak banyak yang tahu peracik bumbu Indomie goreng. Mau tahu ya, gaes?

Dia adalah Nunuk Nuraini. Sayang, usianya tidak panjang. Dia wafat pda Rabu 27 Januari 2021, sekitar pukul 14.55 WIB. Spontan warganet menulis “Pahlawanku”, berkat racikan bumbu Indomie goreng yang melegenda.

Seperti ditulis Kumparan, Agus Suprapta HR Divisi Mi Instan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk telah mengkonfirmasi kebenaran meninggalnya Nunuk.

“Benar, Ibu Hj Nunuk Nuraini wafat hari ini dan pulang dengan tenang ke pangkuan Allah SWT. Ibu Hj NUNUK NURAINI wafat hari ini Rabu, 27 Januari 2021 pukul 14.55 WIB dalam usia 59 Tahun," ujarnya,” kata Agus.

Sosok Nunuk Nuraini memang jarang terekspos. Kehadirannya baru mulai terungkap beberapa tahun silam dalam sebuah peluncuran varian baru Indomie.

Padahal, ia sudah bekerja di Divisi Mi Instan PT Indofood Sukses Makmur Tbk, selama 26 tahun. Namun tak banyak yang mengetahui, bahwa ia adalah penemu racikan bumbu Indomie goreng yang rasanya tersohor hingga mancanegara itu.

Sebetulnya Nunuk pernah menampakkan dirinya di media. Saat itu PT Indofood CBP meluncurkan varian Indomie Real Meat pada Maret 2017. Namun sosoknya baru mencuri perhatian warganet dan viral pada 3 Juni 2020.

Pemilik akun @dittameliaa menuliskan caption “Pahlawanku” sembari memberikan gambar Nunuk yang memegang Indomie goreng.

Tweet tersebut mengenalkan kembali sosok yang telah berjasa itu. Unggahan itu mendapatkan balasan lebih dari 16 ribu orang dan mendapatkan likes 44 ribu lebih.

Keviralan sosok Nunuk, juga membawa kebanggaan pemilik akun @syahbanu yang pernah berusaha untuk mewawancarainya namun gagal.

Sejatinya Nunuk pernah menempuh Pendidikan S1 di Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung. Dia bergelar insinyur yang dia sandang pada tahun 1980.

Artikel Lainnya