nyedulur.com

Edan, Bekas Petugas Kebersihan Pelaku Aborsi Ilegal, Belajar di Tempat Kerja

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Inconfinder.

Menggugurkan kandungan atau aborsi umumnya dilakukan petugas medis. Tapi praktik aboris illegal justru bukan dilakukan tenaga medis. Malahan bekas petugas kebersihan yang membuka praktik aborsi ilegal.

Pelaku aborsi ilegal adalah pasangan suami istri asal Bekasi, ST dan IR. Keduanya ditangkap Polda Metro Jaya di kediamannya, Pedurenan, Mustikajaya, Kota Bekasi pada 1 Februari.

Diterangkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, IR merupakan eksekutor aborsi. Dia bukan seorang dokter maupun tenaga medis. Sedangkan suaminya, ST bertugas menarikan korban.

“(pelaku) tidak memiliki kompetensi di bidang kesehatan, apalagi dokter,” kata Yusri Yunus di sela press conference, Rabu 10 Februari 2021.

Dalam kesempatan tersebut, IR disebutkan belajar dari tempatnya bekerja. Dia pernah bekerja di sebuah klinik aborsi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun saat itu dia hanya menjadi petugas kebersihan selama empat tahun sekitar tahun 2000-an.

Yusri Yunus menerangkan jika tersangka tidak melakukan standar medis. Tidak memiliki peralatan yang higienis dan memenuhi standar kesehatan.

“Peralatan sama seperti tempat dia bekejera di Tanjung Priok. Tidak sesuai standar medis dan kesehatan. Tidak bersih, tidak higienis,” lanjut Yusri Yunus.

Selain mengungkap peran eksekutor aborsi illegal, Polda Metro Jaya juga mengungkap peran ST. Sang suami kerap menggunakan media sosial untuk memasarkan jasa istrinya.

Artikel Lainnya