Duh, PSHT Jember Ogah Tanda Tangan Berita Acara, Dianggap Cederai Kesepakatan Damai Antarpeguruan Silat

Nyedulur
  • 25 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Gesekan antarperguruan di Jember kerap terjadi. Berdasarkan laporan dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember, tawuran antarpendekar telah terjadi sejak 2015. Bahkan sepanjang Januari hingga Mei 2021 sudah terjadi 10 kasus penganiayaan.

Adapun pelakunya adalah anggota perguruan pencak silat di Jember. Itu sebabnya stakeholder Jember sepakat merumuskan solusi dalam bentuk berita acara kesepakatan. Rapat tersebut dilaksanakan di gedung parlemen, Kamis 27 Mei 2021.

Sayangnya rumusan itu ditolak Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT). Mengutip Beritajatim, Ketua umum PSHT Jono Wasinuddin memiliki alasan terendiri.

“Kalau saya tanda tangan tapi kondisi di bawah tetap begitu (ada konflik), sama saja saya ngapusi panjenengan (membohongi Anda). Jadi saya tetap berupaya hati dan mulut sama,” kelitnya.

Salah satu alasannya adalah akan memanggil pengurus wilayah dan akan menyampaikan hasil rapat. Pihaknya berdalih melakukan pembinaan sekaligus tindakan yang betul-betul nyata.

Turut hadir dalam rapat tersebut adalah Wakil Bupati Jember, Muhammad Balya Firjaun Barlaman; Ketua DPRD Jember, Itqon Syauqi; Kapolres Jember AKBP, Arif Rachman Arifin; Wakil Ketua PCNU, Ayub Junaidi, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, Agus Supaat; Ketua PSHT, Jono Wasinuddin; dan Ketua Perguruan Silat Pagar Nusa, Fathurrozi.

Namun sikap Jono mendapat sorotan dari peserta rapat. Salah satunya Wakil Ketua PCNU Jember , Ayub Junaidi. Dia menilai Jono tidak menghormati pertemuan tersebut jika tak menandatangani berita acara.

“Kita ingin ini jadi kesepakatan bersama. Dalam perguruan silat apapun, roh dan filosofi pencak silat, ucapan dan tindakan harus sama. Ini gentlement agreement. Bukan omongan anak kecil,” katanya.

Lagipula, lanjut Ayub, dalam poin-poin berita acara sama sekali tidak disebut nama perguruan silat apapun dan itu berlaku umum untuk lembaga manapun.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Jember, Itqon Syauqi. Dia tegas meminta kepada Jono untuk menandatangani berita acara itu.

“Demi menghormati Pak Kapolres, Gus Firjaun, dan semua (yang hadir) di sini,” katanya.

Gus Firjaun, sapaan akrab wakil bupati menyebutkan bahwa berita acara pertemuan tersebut merupakan wujud dari komitmen bersama.

“Bahwa kita bertekad sama ingin menjadikan Jember kondusif. Ketika panjenengan (anda) tidak mau menandatangani, tentu ada persepsi-persepsi yang lain. Saya pikir ini bentuk keseriusan setiap perguruan untuk menertibkan anggotanya,” katanya.

Artikel Lainnya