Duh, Pelajar asal NTT Sebarkan Ujaran Kebencian, Anggap Virus Corona Hoaks, Maki Tenaga Medis, Terpancing Story Teman

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST/tangkapan layar.

Hati-hati membuat konten di media sosial. Sumber yang dicomot dan output yang disampaikan perlu kehati-hatian.

Seperti yang terjadi pada salah seorang pelajar asal Kupang, Nusa Tenggara Timur ini. Pelajar berinisial GSDS (19) berurusan dengan polisi lantaran unggahannya bernuansa ujaran kebencian.

Menurut Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, pelajar tersebut mengunggah video yang disebar ke Facebook. Adapun konten video tersebut bernuansa ujaran kebencian.

Sebab di dalam konten tersebut, remaja putri itu membakar masker dan menganggap virus corona adalah hoaks dan. Itu belum cukup. Dia juga memaki tenaga medis.

“Kita amankan seorang perempuan diduga melakukan penyebaran kebencian melalui media sosial Facebook pada Minggu 31 Januari 2021,” kata Krisna dikutip Kompas, Senin 1 Februari 2021.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sebuah ponsel yang digunakan untuk merekam dan mengunggah video tersebut. GSDS saat ini diperiksa tim Subdit V/Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda NTT.

Sementara itu, orang tua pelajar hanya bisa pasrah melihat anaknya dibawa ke Mapolda NTT.

Alasan pelaku membuat konten video, lanjut Krisna, karena melihat status story WhatsApp temannya.

“Pelaku lihat story WA temannya tentang kondisi korban Covid-19 sehingga pelaku membuat video dan disebarkan melalui Facebook,” Krisna melanjutkan. Begini kronologinya.

Artikel Lainnya