nyedulur.com

Duh Gusti, Hotel dan Kos-kosan di Yogyakarta Mulai Tumbang, Dijual Online

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Pandemi virus corona telah memukul sektor trasnportasi dan pariwisata. Terutama produk turunan transportasi yang meliputi perhotelan dan restoran benar-benar terdampak. Dua sektor tersebut banyak yang telah gulung tikar dan sebagian mati suri.

Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta benar-benar terpukul dengan belum tuntasnya pandemi Covid-19. Sejumlah hotel hingga kos-kosan di Yogyakarta dijual. Banyak yang ditawarkan ke marketplace. Keputusan ini untuk mendapatkan dana membayar gaji hingga pesangon karyawan.

Dikutip dari Kumparan, sejumlah pengusaha ngos-ngosan menanggung beban operasional di tengah sepinya okupansi. Kondisi tersebut juga terjadi pada pengusaha kos-kosan yang mulai kehilangan penyewa.

Ketua PHRI Yogyakarta, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan saat ini sudah 50 hotel dan restoran yang tutup lantaran tak kuat menanggung beban operasional.

Kondisi itu, kata Deddy, semakin sulit lantaran mereka sudah berupaya menambal biaya operasional sejak 10 tahun terakhir.

“171 hotel dan resto masih beroperasi terengah-engah. Yang 100-an memang memutuskan tidak beroperasi tapi menunggu Covid-19. 50 menyatakan mati,” katanya.

Berdasarkan hasil penelusuran PHRI Yogyakarta, diketahui sejumlah hotel sudah dijual lewat marketplace. Penjualan ini untuk mendapatkan dana untuk membayar gaji hingga pesangon karyawan.

“Mereka menyatakan sudah tidak kuat, karena beban operasionalnya tinggi. Biaya disinfektan harus continue, listrik, gaji karyawan, BPJS, hingga pajak. Ini yang memberatkan pengusaha, jalan satu-satunya ya menawarkan (dijual),” jelasnya.

Artikel Lainnya