Dua Kader PDI Perjuangan Disikat Dugaan Korupsi, Ini Jejak Nurdin Abdullah Versi KPK

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST/Tangkapan Layar.

Komis Pemberantasan Korupsi telah menyikat dua politikus PDI Perjuangan. Keduanya adalah mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara dan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Nurdin menjadi Gubernur Sulsel diusung PDI Perjuangan dan PKS pada 2018.

Dia ditangkap di rumah dinasnya, pada Jumat 26 Februari 2021, sekitar pukul 23.40 WIB. Selanjutnya dia diangkut dengan pesawat Garuda Indonesia dari Makassar menuju Jakarta pada Sabtu 27 Januari 2021, sekitar pukul 07.00 WIB.

Mengutip Detik, Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan pihaknya telah memantau kasus suap proyek di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menyeret Nurdin Abdullah sejak Februari.

KPK menyebut Nurdin Abdullah sejak awal sudah menginginkan tersangka Agung Sucipto (AS) sebagai kontraktor proyek yang akan digarapnya di tahun 2021.

“Sejak bulan Februari 2021, telah ada komunikasi aktif antara AS dengan ER sebagai representasi, sekaligus orang kepercayaan saudara NA, untuk bisa memastikan agar AS mendapatkan kembali proyek yang diinginkannya di tahun 2021," kata Firli dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu 28 Februari 2021.

Firli mengatakan dalam komunikasi itu diduga ada tawar-menawar mengenai fee dari proyek tersebut.

Firli menyebut, pada awal Februari 2021, Nurdin Abdullah yang sedang berada di Bulukumba bertemu dengan Edy Rahmat. Dalam pertemuan itu turut serta Agung Sucipto.

“Pada sekitar awal Februari 2021, Ketika NA sedang berada di Bulukumba bertemu dengan ER dan juga AS yang telah mendapatkan proyek pekerjaan Wisata Bira,” kata dia.

Sementara itu, Kepada Sekdis PUTR Provinsi Sulsel, Edy Ramhat, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa kontraktor proyek di Kawasan Wisata Bira adalah Agung Sucipto. Nurdin Abdullah kemudian meminta Edy Rahmat untuk mempercepat pembuatan dokumen teknis.

“NA menyampaikan pada ER bahwa kelanjutan proyek Wisata Bira akan kembali dikerjakan AS, yang kemudian NA memberikan persetujuan dan memerintahkan ER segera mempercepat pembuatan dokumen detail engineering design yang akan dilelang pada APBD TA 2022,” ujar Firli.

Edy Rahmat, kata Firli menyampaikan kepada Nurdin Rahmat bahwa fee proyek yang dikerjakan Agung Sucipto telah diberikan kepada pihak lain. Namun, jelas Firli, Nurdin Abdullah tetap menginginkan kalau proyek itu dipegang oleh Agung Sucipto.

Artikel Lainnya