Dua Bandit Pertama yang Dieksekusi Mati Berasal dari Jatim, Kusni Kasdut Disebut-sebut Robn Hood Indonesia

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: The Conversation.

Pada pertengahan 1970-an Indonesia digemparkan dengan tiga penjahat. Dua di antaranya berasal dari Jawa Timur, yakni Oesin Bestari dan Kusni Kasdut.  

Keduanya telah dieksekusi mati masing-masing pada 1979 dan 1980. Oesin Bestari dan Kusni Kasdut merupakan dua sosok penjahat pertama yang dieksekusi mati oleh kejaksaan. Keduanya melakukan kejahatan yang menyebabkan orang tewas.

Mengutip Merdeka, kisah Oesin Bestari ini populer di Surabaya. Dia bukanlah pejabat atau pengusaha kaya, tapi dia hanya seorang pedagang kambing sekaligus tukang jagal kambing. Namun demikian dia bisa dibilang sebagai pembunuh berdarah dingin karena menghabisi enam rekan bisnisnya.

Oesin dilahirkan di Desa Jagalan, Mojokerto, Jawa Timur. Dia cukup sadis menghabisi enam rekan bisnisnya periode 1964 di tempat terpisah secara berurutan.

Pembunuhan pertama dia lakukan di rumahnya di Desa Jagalan. Lima orang lainnya dibunuh di sebuah rumah yang disewanya di Desa Seduri, di pinggir jalan raya antara Mojokerto-Surabaya.

Pada pembunuhan keenam, aksinya terbongkar. Korbannya berteriak minta tolong sebelum mengembuskan napas terakhir. Teriakan ini didengar tetangganya dan membuat aksinya terkuak.

Oesin lalu diburu polisi dan ditangkap. Atas kejahatannya, dia vonis mati. Dia dieksekusi regu tembak di daerah Kenjeran pada 14 September 1979 subuh.

Latar belakang Kusni Kasdut adalah seorang pejuang kemerdekaan asal Blitar. Dia pernah gagal masuk TNI setelah beberapa kali ditolak.

Aksi kejahatan Kusni Kasdut pertama kali dilakukan pada 1960. Dengan sepucuk pistol dia menembak seorang keturunan Arab kaya raya bernama Ali Bajhened.

Kusni Kasdut makin berkibar setelah mencuri benda seni di Museum Nasional atau Museum Gajah pada 31 Mei 1961. Dia menyamar sebagai polisi lalu masuk ke museum, menyandera pengunjung dan menembak mati seorang petugas museum.

Sebanyak 11 permata koleksi museum disikat. Kusni kemudian ditangkap saat menjual permatanya di Semarang.

Kusni ini dibumbui kisah heroisme. Dia disebut-sebut sebagai 'Robin Hood Indonesia' karena membagikan harta rampokannya pada orang-orang miskin. Kusni kemudian dijatuhi hukuman mati atas kejahatan yang dilakukannya.

Kusni kemudian bertobat saat di penjara dan dia dibaptis menjadi pemeluk Katolik dengan nama Ignatius Waluyo. Sebelum dihukum mati, Kusni sempat membuat lukisan Katedral dari gedebok pisang yang masih tersimpan di Katedral Jakarta. Kusni kemudian dieksekusi pada 16 Februari 1980 di dekat Kota Gresik, Jawa Timur.

Artikel Lainnya