Din Syamsudin Dituduh Tadikal, Ramai-ramai Dibela, Balik Serang GAR ITB Sebarkan Fitnah

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: RMOL.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin dianggap pengikut gerakan radikalisme. Tuduhan itu disampaikan Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) yang melaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) baru-baru ini.

Tuduhan itu kemudian memunculkan beragam komentar dari berbagai pihak. Banyak yang menganggap tuduhan radikalisme berlebihan. Banyak tokoh yang justru membela Din Syamsudin. Salah satunya adalah Pemuda Muhammadiyah yang menilai tuduhan itu absurd. Alias mengada-ada.

"Tuduhan yang disampaikan GAR ITB itu bisa memicu perpecahan, bisa menimbulkan amarah Muhammadiyah secara keseluruhan,” kata Ketua Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah Razikin.

Sementra itu, PBNU juga mengeluarkan pernyataan tertulis menolak tuduhan radikalisme yang ditujukan kepada Din Syamsudin. Ketua PBNU Marsudi Syuhud mengaku sejauh ini belum menemukan bentuk radikalisme yang dilakukan Din Syamsuddin.

“Sampai detik ini saya belum bisa menemukan contoh konkret yang menggambarkan beliau seorang yang radikal dalam bahasa lain 'tathoruf' sebagaimana gambaran pikiran kita ketika diarahkan kepada sebuah kelompok yang 'distempel' radikal pada umumnya,” kata Marsudi, Jumat 12 Februari 2021.

“Kata 'radikal' yang diarahkan kepada beliau, sebagai seorang pemimpin 'jam'iyah almutathorifah', hidung saya belum bisa membau, bau (radikalisme). Apakah karena hidung saya kena flu, sehingga tidak berfungsi dengan baik, atau telinga saya yang 'kopoken' sehingga belum bisa mendengarkan statement Pak Din yang masuk kategori radikal,” Marsudi menambahkan.

Marsudi meminta agar kelompok-kelompok yang menuduh Din Syamsudin sebagai sosok radikal bisa membuktikan diri agar tidak memunculkan fitnah.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia atau MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim. Menurutnya, tuduhan itu merupakan fitnah keji yang tidak mendasar.

Menurutnya, Din Syamsuddin adalah sosok penting yang telah mempromosikan Wasatiyatul Islam atau Islam Moderat di berbagai forum dunia. Setidaknya Din Syamaudin, kata Sudarnoto, adalah tokoh penting dan memiliki jasa bagi Indonesia.

“Jadi, laporan dan tuduhan radikalisme yang dialamatkan kepada Din Syamsuddin adalah fitnah keji dan merupakan sebuah kebodohan,” kritik Sudarnoto.

Kritik balik juga disampaikan Nadirsyah Hosen. Ra'is Syuriah cabang istimewa NU untuk Australia dan Selandia Baru itu menulis di akun twitternya.

“Radikal itu menurut Gus Nadir ada 3 jenis:

1. Takfiri

2. Jihadis-teroris

3. Dan yg mau mengganti ideologi Pancasila

Prof Din Syamsuddin jelas bukan masuk kategori radikal. Hanya saja manuver politik beliau yg sering mengejutkan. Berbeda pendapaf & beda sikap politik itu wajar,”

Artikel Lainnya