nyedulur.com

Dianggap Terlalu Cantik sebagai Sopir Bus, Wanita Ini Disarankan Jadi Model

Nyedulur
  • 16 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Socially Keeda.

Banyak stigma negatif menjadi pengemudi bus. Terlebih bus umum yang banyak dianggap ugal-ugalan, suka kebut-kebutan, hidup tidak teratur, suka mampir, dan masalah sosial lainnya. Dan mayoritas pengemudi bus adalah laki-laki.

Memang tidak semua pengemudi bus memiliki stigma negatif. Ada pengemudi atau sopir bus yang relatif rapi, bersih, rajin, dan tepat waktu. Biasanya sopir bus malam jarak jauh atau bus pariwisata jauh lebih bersih dan rapi.

Sopir bus tidak hanya didominasi kaum adam. Wanita juga ada yang mau menjadi sopir bus. Seperti pengalaman yang dirasakan Jodie Leigh Fox yang menjadi sopir bus dalam usia 24 tahun.

Belakangan ini nama Jodie menjadi perbincangan. Bukan soal profesinya. Namun penampilannya yang cantik dan dianggap lebih cocok menjadi model dibanding sopir bus.

Meski disebut 'terlalu cantik' untuk bekerja sebagai pengemudi bus, dia bersikeras mencintai kariernya. Dia bahkan mendapatkan banyak komentar tentang penampilan se hari-harinya.

Dilansir dari The Sun melalui Indo Zone Kamis, 18 Februari 2021, Jodie mengaku ingin mengendarai bus saat masih muda. Dia tertarik saat berdiri di depan kendaraan, di dekat pengemudi.

Tetapi tiga tahun setelah memulai karir barunya setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai pengasuh, dia sering menjadi pusat perhatian penumpang saat menjadi pengemudi bus.

“Saya mendapat begitu banyak komentar dari penumpang, kebanyakan pria. Ketika pria naik bus, saya selalu mendapatkan reaksi yang sama yang cenderung 'kamu sangat cantik' atau 'Saya belum pernah melihat sopir bus secantik ini dalam hidup saya,” katanya

“Orang-orang mengatakan bahwa saya terlalu cantik untuk menjadi sopir bus, tetapi saya mendapat beberapa komentar baik dari wanita lain yang memuji saya dan kuku saya atau rambut dan riasan saya,” ungkap Jodie

Bagi Jodie, penampilannya juga membuat sulit bergaul dengan sesama pengemudi bus. Dia mengatakan bahwa usianya juga menjadi masalah, karena tidak ada wanita seumuran dengannya yang mau menjadi pengemudi bus.

“Tidak ada perempuan yang sebaya denganku. Saya berteman dengan beberapa orang di garasi, tetapi biasanya saya hanya mendapatkan kartu tugas saya dan kemudian pergi untuk giliran kerja,” kata dia.

Jodie mengatakan bahwa dia berharap dia dapat menantang citra stereotip tentang apa yang orang anggap sebagai sopir bus. Dia bahkan berencana tetap bekerja sebagai pengemudi bus hingga masa pensiunnya.

Artikel Lainnya