nyedulur.com

Dianggap Tak Netral, Risma Punya Jurus Mengelak Tudingan, Apa Katanya?

Suara
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Netralitas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam pilkada serentak mendapat sorotan. Masalahnya dia dianggap memiliki keberpihakan kepada pasangan Eri Cahyadi-Armuji.

Sorotan itu disampaikan Koordinator Surabaya Coruption Watch Indonesia (SCWI) Hari Cipto Wiyono. Dia menilai Risma, sapaannya, cenderung menghalalkan segala cara untuk memenangkan Eri Cahyadi-Armuji dalam Pilwali Surabaya 2020.

Tuduhan lain saat mengikuti webinar "Roadshow Online Berenerji" yang dia lakukan. Sebab agenda itu di luar jadwal kerja wali kota. Bahkan Risma mengaku sudah mengajukan surat cuti sebagai wali kota sejak 13 Oktober 2020 kemarin.

“Tanggal 13, sudah mengajukan surat izin ke provinsi (Pemprov Jatim), dan dibalas 17 Oktober, dan berlaku sampai akhir. Sabtu-Minggu, dan hari tertentu, seperti tanggal 10 November. Aku hari ini juga izin sebenarnya, makanya saya pakai mobil plat hitam (bukan mobil dinas),” ujar Risma, melansir Suara.

Terpisah, Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Irvan Widiyanto selama ini ditunjuk mengajukan surat cuti Risma. Dia menjelaskan, atasannya itu sudah mengajukan cuti kampanye sejak 13 Oktober.

"Pada 13 Oktober, ibu wali kota mengajukan izin ke ibu gubernur, dan di situ ibu menyampaikan bahwa cuti di tanggal 17 dan 18 Oktober. Disampaikan juga secara rinci tanggal-tanggalnya,” kata Irvan.

Dalam surat izin tersebut Risma juga sudah mencantumkan beberapa hari untuk cuti. Dalam cuti tersebut dijelaskan sebagai sebagai juru kampanye pasangan Eri Cahyadi-Armuji.

Izin cutinya diajukan untuk tanggal 17,18, 24, 25, 28, 29, 31 Oktober. Kemudian 1 November, 10, 14, 15, 21, 22, 28, 29, sampai dengan 5 Desember 2020. Kronologi surat itu ada di tautan berikut.

Artikel Lainnya