Deretan Pemain yang Gagal Pikul Nama Besar Sang Ayah, Generasi Ketiga Maldini Paling Terpukul

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST/Twitter.

Sederet bintang sepak bola memiliki tradisi kuat dalam keluarganya. Sebut saja keluarga Maldini. Mulai dari Cesare dan Paolo Maldini adalah pengisi skuad AC Milan dan timnas Italia. Keluarga Maldini adalah contoh bagaimana bakat berkembang dalam keluarganya.

Namun tidak semua keluarga sepak bola mengalir dalam generasi berikutnya. Sebut saja Alex Ferguson, Frans Beckenbauer, Diego Armando Maradona dan Keny Dalglish adalah sosok hebat di kancah sepak bola.

Sayang generasi mereka gagal melanjutkan kebesaran nama ayahnya. Ternyata cukup banyak pemain yang gagal mengikuti jejak ayahnya. Siapa saja?

Musim kompetisi 2016-2017 lalu Justin Kluivert menggemparkan Eropa. Dia tampil memesona bersama Jong Ajax di ajang UEFA Youth League. Justin adalah pura dari legenda Ajax dan Barcelona, Patrick Kluivert.

Di laga tersebut, Jong Ajax menang 2-0 atas wakil Yunani, PAOK. Malahan dia menyumbang sebiji gol. Penampilan mengesankan itulah yang membuat tim utama Ajax menaikkanstatus pada tahun yang sama.

Penampilan gemilangnya membuat AS Roma kepincut untuk mendatangkan Kluivert pada 2018. Namun petualangannya bersama AS Roma kurang mengesankan.

Itu sebabnya dia dipinjamkan ke RB Leipzig. Salah satu raksasa Jerman itu mengaku kurang puas dan mengancam akan mengembalikan ke AS Roma di akhir musim ini.

Johan Cruyff merupakan maestro sepak bola Belanda di era 70 hingga 80-an. Dialah pengusung sepak bola totaal vetball, yang kemudian diaplikasikan Barcelona dengan sebutan tiki taka.

Sayang, generasinya gagal melanjutkannya. Karier sang putra, Jordi Cruyff justru tenggelam. Kedati sempat mengawali karir profesionalnya di Barcelona. Namun Jordi gagal memikul nama besar sang ayah.

Dia sempat direkrut Manchester United pada 1996, namun penampilannya mengecewakan. Dia kemudian hijrah dan bermain di sejumlah klub meliputi Celta Vigo, Alaves, Espanyol, Metalurh Donetsk (Ukraina) dan Valletta (Malta).

Sosok Diego Armando Maradona dianggap pahlawan bagi masyarakat Argentina. Gelar juara dunia sepak bola pada 1986 di Meksiko tak bisa lepas dari aksi briliannya. Bahkan Argentina dibawa ke babak final menghadapi Jeman pada Piala Dunia di Italia 1990.

Sayang sang putra, Diego Sinagra gagal melanjutkan kebintangan bapaknya. Lahir di Naples, Diego Sinagra mengawali karir juga di Napoli. Namun dia tak pernah bermain di kasta tertinggi Serie A, sepanjang karirenya.

Padahal pada 2001 silam, dia masuk ke skuat timnas Italia U-17. Sayang penampilannya tidak emuaskan. Hingga akhirnya dia memutuskan bermain sepak bola pantai dengan membela Italia pada 2008. Pada tahun tersebut, dia membawa Italia menjadi runner-up di kejuaran dunia.

Paolo Maldini memiliki karier cemerlang bersama AC Milan dan Italia. Dia sukses mengantar Rossonerri juara Serie A, Liga Champions, dan Kejuaraan Dunia antarklub.

Sebelum benar-benar pensiun, dua putranya, Christian dan Daniel Maldini tampil di primavera AC Milan. Sayang karier Christian tenggelam. Bermain sebagai bek tengah, generasi ketiga Maldini ini tak pernah menembus tim utama.  

Dia pernah dipinjamkan ke Brescia yang main di Serie B. Celakanya, tak sekalipun bermain bersama tim utama Biancazzurri.

Usai dilepas Milan, Christian bergabung Reggiana yang waktu itu bermain di Lega Pro-Girone B (kompetisi level ketiga di Italia). Apesnya, Christian Maldini tak perna merumput sama sekali. Selanjutnya dia terlempar di level kompetisi antah berantah.

Artikel Lainnya