Dear Insomnia, Matahari Pagi Bisa Ciptakan Tidur Malam Lebih Lelap dan Nyenyak, Yuk Berjemur

Nyedulur
  • 5 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Justrun.

Bangun lebih awal bisa membuat malas. Terlebih bila jam tidur terlambat atau lebih malam. Itulah yang dialami penderita insomnia atau kesulitan tidur. Kondisi seperti ini memang sulit menemukan cara untuk tidur lebih cepat dan nyenyak.

Pada dasarnya insomnia juga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Seperti diabetes, obesitas, hingga tekanan darah tinggi.

Penyakit itu disebabkan tubuh kurang istirahat yang cukup. Padahal tidur memberi kesempatan untuk tubuh memperbaiki sel-sel dan jaringan yang rusak serta membangun yang baru.

Tetapi bagi penderita insomnia hal tersebut susah dilakukan. Penderita cenderung cepat merasa lelah untuk memulai aktivitas di pagi hari.

Menurut pakar Unair, prevalensi insomnia di Indonesia pada 2018 mencapai 26 juta orang atau 10 persen dari jumlah populasi. Angka ini masih yang tertinggi di Asia melansir dari CNN Indonesia.

Sebenarnya, ada cara mudah agar bisa jatuh tertidur pulas di malam hari. Anda hanya perlu mendapat sinar matahari yang cukup saat bangun tidur di pagi hari. Nah, kan.

Profesor Neurobiologi dan Oftalmologi di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, Dokter Andrew Huberman mengatakan, apa yang pertama kali dilakukan saat seseorang bangun tidur berkontribusi pada tidur di malam hari.

“Apa yang kita lakukan dalam keadaan terjaga menentukan kapan kita tertidur, seberapa cepat kita tidur, apakah lelap atau tidak, dan bagaimana perasaan kita saat bangun esok hari,” kata Huberman, dikutip dari Stylist melalui CNN Indoneisa.

Kunci untuk menyiapkan tubuh Anda untuk hari yang baik adalah pergi keluar rumah dalam satu jam pertama di pagi hari, tepat setelah bangun tidur. Anda butuh mendapatkan sinar matahari pagi yang membuat hormon kortisol meningkat.

Huberman mengatakan, cepat atau lambatnya Anda jatuh tertidur di malam hari disebabkan oleh reaksi kimia yang terjadi saat terkena sinar matahari. Di dalam tubuh akan terjadi reaksi untuk membentuk kortisol dan melatonin. Kedua hormon ini yang akan berkontribusi pada istirahat Anda.

Artikel Lainnya