Cerita Bertutur Gunung Semeru, Ditulis Dewa 19 dalam Lagu, Juru Kunci: Jika Meletus, Pergilah ke Sungai

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Kompas.com.

Gunung Semeru tercatat dalam sejarah meletus pertama kali pada 8 November 1818. Letusan paling dahsyat terjadi pada tahun 1994 dengan menewaskan tujuh orang. Pada November 2020 lalu, gunung ini menunjukkan geliat yang cukup aktif hingga 2 Februari 2021.

Gunung termegah di Pulau Jawa ini terletak di dua wilayah, yakni Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Namun, di balik keagungannya menyimpan berbagai cerita misteri.

Dikutip dari berbagai sumber, terdapat dua patung bersejarah di Arcapada atau Arcopodo. Area ini merupakan dataran luas yang berada di kaki Gunung Semeru dan seringkali digunakan untuk tempat peristirahatan para pendaki.

Menurut banyak cerita, jika orang yang memiliki keahlihan supranatural dapat melihat sepasang patung prajurit dari era Majapahit di area Arcopodo ini.

Sudah banyak yang mengaku jika pernah melihat “Penjaga Gunung” ini, tetapi penjelasannya berbeda-beda. Mulai dari ukuran hingga rupa asli patung.

Indahnya gunung Semeru ini juga dikisahkan Dewa 19 dalam bentuk Lagu. Ahmad Dani dkk kemudian menulis lagu berjudul Mahameru pada album kedua, Juni 1994.

Kisah juru kunci Gunung Semeru atau dikenal dengan Mbah Dipo. Sebetulnya Mbah Dipo sudah meninggal, namun sosoknya begitu akbran dan dikenal kalangan pendaki.

Sebelum meninggal, Mbah Dipo pernah berpesan jika Semeru meletus, para pendaki atau penduduk diminta pergi ke arah sungai. Jangan pernah menuju ke arah Gunung Sawur. Entah hal itu benar atau tidak.

Dalam buku Babat Tanah Jawa, konon Pulau Jawa dulunya mengambang di lautan dan terombang-ambing. Kisah itu tertulis dalam kitab kuno abad 15.

Kemudian para dewa memutuskan untuk memaku Pulau Jawa dengan Gunung Meru atau dikenal dengan Semeru ini. Dipercaya jika Gunung Semeru sendiri dulunya berada di India, dan dibawa ke Pulau Jawa oleh Dewa Wisnu dan Dewa Brahma.

Kawasan yang menyimpan misteri lainnya adalah Kelik. Kelik merupakan tempat penghormatan bagi orang-orang yang telah meninggal. Tempat ini bisa ditandai dengan adanya batu “In Memoriam” milik Soe Hok Gie. Konon banyak orang kesurupan di tempat ini.

Artikel Lainnya